Hukum

Pemerintah jangan sibuk urus sosmed!

1.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
20:03
05 JAN 2017
Dok. Sosial Media
Reporter
Zul Sikumbang
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pemerintah diminta jangan terlalu sibuk dengan urusan kritik di sosial media, dan mengesampingkan kerja untuk rakyat.

"Pemerintah asyik dengan persepsinya sehingga apa yang menjadi pekerjaan utama pemerintah jadi tidak tertangani dengan baik," kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Mulfachri Harahap di Jakarta, hari ini.

Pemerintahan Joko Widodo berjanji akan menindak tegas akun-akun yang dianggap menyebarkan kebencian, SARA dan memblokir situs-situs berbau konten negatif. Selain itu, pemerintah juga menangkap sejumlah orang yang diduga akan melakukan makar.

Kata Mulfachri, ketakutan pemerintah bahwa ada sekelompok orang yang ingin makar, dan menjatuhkan pemerintah justru mengganggu kinerja. 

Kata dia, pemerintah harusnya tahan kritik, termasuk kritik yang disampaikan melalui media sosial. "Jangan pendekatannya represif, tangkap sini. Jangan kritik itu ditempatkan sebagai sebuah kejahatan tapi lihatlah kritik itu sebagai sebuah alat untuk menolong pemerintah," katanya.

Harusnya, presiden, dan para menteri bekerja secara maksimal, mengatasi kesenjangan, pengangguran.

"Pokoknya pemerintah harus yakin bahwa kalau dia berbuat untuk kepentingan masyarakat tanpa embel-embel soal lain, dia akan mendapat dukungan dari masyarakat," katanya.

Terbaru
19 Februari 2017 | 07:24
Wali Kota Madiun dijerat tiga perkara
18 Februari 2017 | 19:31
Wali kota Madiun tersangka TPPU
18 Februari 2017 | 00:47
Guru edarkan uang palsu
17 Februari 2017 | 14:14
Siti Aisyah tak berstatus TKI
17 Februari 2017 | 13:45
KPK periksa mantan Dirut Garuda
17 Februari 2017 | 06:00
Pemerintah ingin mengubur kasus Munir?
16 Februari 2017 | 19:56
Polisi tunggu saksi meringankan Rizieq
16 Februari 2017 | 11:53
Suap Patrialis, KPK periksa Ketua MK
14 Februari 2017 | 21:20
SBY akan laporkan Antasari
14 Februari 2017 | 17:14
Sakit, Dahlan Iskan tak hadir sidang
14 Februari 2017 | 14:41
Munarman bantah fitnah pecalang
14 Februari 2017 | 14:10
Alasan polisi tak menahan Habib Rizieq
14 Februari 2017 | 12:00
Hatta Ali kembali jabat ketua MA
14 Februari 2017 | 10:30
47 hakim agung pilih ketua MA
13 Februari 2017 | 20:35
Jaksa: saksi ahli MUI sudah relevan
13 Februari 2017 | 18:53
Besok Mahkamah Agung pilih ketua
Hukum