Hukum

Ahok siap jalani sidang lanjutan kasus penodaan agama

1.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
07:50
10 JAN 2017
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Antara

Rimanews - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku siap menjalani sidang lanjutan yang bisa berlangsung sampai delapan jam, yang akan digelar hari ini pukul 09.00 WIB di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan.

"Mungkin bisa lebih (dari delapan jam) ya karena saksinya lima, lebih banyak," kata calon gubernur DKI Jakarta itu usai menghadiri bedah buku "A Man Called #Ahok" di Jakarta, kemarin.

Hari ini, PN Jakarta Utara akan melanjutkan sidang kasus penodaan agama dengan terdakwa Ahok dengan agenda melanjutkan pemeriksaan saksi pelapor. Belum diketahui saksi-saksi yang akan dihadirkan jaksa penuntut umum hari ini. Namun, Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman, salah satu pelapor dalam kasus itu, menyatakan akan menjalani pemeriksaan hari ini.

Menurut Pedri, selain dia, ada empat saksi lain yang diperiksa, yakni Irena Handono, Muh Burhanudin, Ibun Baskoro, dan Wilyudin Abdul Rasyid Dhani.

Dalam sidang 3 Januari, lima saksi dari jaksa diperiksa yakni Novel Chaidir Hasan, Gus Joy Setiawan, Muchsin alias Habib Muchsin Alatas, dan Syamsu Hilal.

Ahok mengutip Alquran Surat Al Maidah 51 dan menyebut adanya orang yang menggunakannya untuk kepentingan tertentu saat berbicara di hadapan warga Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Tindakan itu memicu aksi unjuk rasa besar pada bulan Desember, membuat beberapa orang melaporkan dia ke polisi dan membuat dia menjadi terdakwa kasus penistaan agama. 

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
19 Januari 2017 | 00:46
Pasal penodaan agama harus dihapus
19 Januari 2017 | 00:34
Bareskrim panggil Sylviana Murni
18 Januari 2017 | 14:43
Kapolri: hargai profesi Hansip
18 Januari 2017 | 14:32
FPI lukai hati rakyat Indonesia
16 Januari 2017 | 14:37
Alasan Twitter blokir akun FPI
16 Januari 2017 | 14:37
Polda Bali akan panggil Munarman
16 Januari 2017 | 14:14
"Habib Rizieq lebay"
16 Januari 2017 | 13:44
FPI 'dikeroyok' netizen di twitter
Berita Terkait
19 Januari 2017 | 00:46
Pasal penodaan agama harus dihapus