Hukum

Saksi pelapor merasa diancam pengacara Ahok

4.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
13:11
10 JAN 2017
Ahok menjalani sidang . Foto: Antara
Reporter
Oki
Sumber
Rimanews

Rimanews - Saksi pelapor dugaan penistaan agama yang diajukan jaksa penuntut umum (umum),  Pedri Kasman, merasa diancam oleh salah seorang kuasa hukum terdakwa penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Mohon yang mulia saya merasa diancam oleh yang bersangkutan," ujar Perdri saat memberikan keterangan di sidang lanjutan kasus penistaan agama yang digelar di gedung Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, hari ini.

Ancaman yang dirasakan Pedri berawal dari tim kuasa hukum Ahok yang mempersoalkan adanya perbedaan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) dan laporan pemeriksaan yang dilakukan penyidik Bareskrim Mabes Polri terhadap Pedri.

Perbedaan terjadi dengan adanya kata pakai dan tidak dalam kalimat Ahok yang digunakan Pedri untuk menyampaikan laporannya ke Kepolisian. Menurut pengacara Ahok, tidak boleh ada kesalahan subtansif sekecil apapun dalam laporan yang disampaikan saksi. Sebab, hal itu menjadi tolok ukur kualitas seseorang untuk dihadirkan sebagai saksi.

"Perbedaan ini bisa menjadinya adanya proses pengadilan di luar pengadilan," kata salah seorang kuasa hukum Ahok yang ada di sisi sebelah kanan ruang pengadilan.

Ahok hari ini kembali menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi yang dihadirkan JPU. Ada tiga saksi yang siap memberikan keterangan dalam persidangan hari ini, mereka adalah Pedri Kasman, Muhammad Burhanuddin, dan Wilyuddin. 

Sementara Ahok hari ini ditemani sebanyak 20 orang lebih pengacara di sidang kelimanya.

Terbaru
24 Februari 2017 | 12:43
Yusril akan jadi saksi Habib Rizieq
23 Februari 2017 | 19:09
KPK tahan politisi PKB Musa Zainuddin
23 Februari 2017 | 16:54
Firza Husein alami tekanan batin
23 Februari 2017 | 00:02
"Buzzer politik haram"
22 Februari 2017 | 20:31
Korupsi di Banten jadi perhatian KPK
22 Februari 2017 | 11:42
KPK periksa Patrialis Akbar
22 Februari 2017 | 10:10
Polisi bantah kriminalisasi ulama
22 Februari 2017 | 09:16
KPK buru aset Bambang Irianto
22 Februari 2017 | 07:36
Ahok minta maaf