Hukum

Ahok enggan komentar usai sidang 15 jam

2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
01:15
11 JAN 2017
Dok. Ahok usai sidang kelima penistaan agama di kementerian pertanian, kemarin
Reporter
Oki
Sumber
Rimanews

Rimanews - Terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok enggan memberikan banyak keterangan usai menjalani sidang lanjutan yang berlangsung 15 jam sejak pukul 09.00 WIB hingga 24.00 WIB.

"Saya serahkan kepada penasihat hukum saya untuk memberikan penjelasan," ujar Ahok di gedung Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, kemarin.

Ahok menjalani persidangan kelimanya di Auditorium Kementerian Pertanian, Jalan RM Harsono, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kemarin. Sidang tersebut mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi yang diajukan jaksa penuntut umum. Kasus penistaan agama bermula dari ucapan Ahok yang menyitir ayat Al Maidah 51 di depan warga Kepulauan Seribu, 27 September 2016.

Usai sidang, Ahok dan pengacara sempat hendak mengadakan jumpa pers. Namun, setelah Ahok enggan berkomentar, seorang pengacara Ahok, Triana Dewi Seroja mengambil alih sebagai juru bicara. 

Triana menjelaskan, dalam sidang lanjutan hari ini Ahok keberatan pada dua orang saksi, yakni Irena Handono dan Wilyudin Abdul Rasyid Dhani.

Untuk Irena, menurutnya, ada 15 poin keberatan yang dinyatakan Ahok beserta tim kuasa hukum. Sedangan kesaksian Wilyudin disepakati ditunda pekan depan karena harus menghadirkan dua orang polisi sebagai pencatat bertita pemeriksaan perkara (BAP).

Saat Triana Dewi menjelaskan poin keberatan, Ahok mendadak meninggalkan wartawan dengan langsung pergi menuju mobil Kijang Innova berwarna silver dan meninggalkan gedung Kementerian Pertanian.

Terbaru
24 Februari 2017 | 12:43
Yusril akan jadi saksi Habib Rizieq
23 Februari 2017 | 19:09
KPK tahan politisi PKB Musa Zainuddin
23 Februari 2017 | 16:54
Firza Husein alami tekanan batin
23 Februari 2017 | 00:02
"Buzzer politik haram"
22 Februari 2017 | 20:31
Korupsi di Banten jadi perhatian KPK
22 Februari 2017 | 11:42
KPK periksa Patrialis Akbar
22 Februari 2017 | 10:10
Polisi bantah kriminalisasi ulama
22 Februari 2017 | 09:16
KPK buru aset Bambang Irianto
22 Februari 2017 | 07:36
Ahok minta maaf
Berita Terkait