Hukum

Ormas Sunda tuntut penuntasan "campur racun" Habib Rizieq

5.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
13:15
11 JAN 2017
Habib Rizieq Shihab. Foto: Antara
Reporter
Arief Dennisyah
Sumber
Rimanews

Rimanews - Ratusan orang dari berbagai ormas Sunda menggelar aksi di depan Mapolda Jabar untuk pengusutan kasus penistaan budaya oleh imam besar FPI Habib Rizieq Shihab saat memelesetkan salam Sunda sampurasun menjadi "campur racun".

"Kami masyarakat Sunda tersinggung oleh perkataan Habib Rizieq. Saat itu dia diundang di acaranya Dedi Mulyadi (Bupati Purwakarta), tapi sampurasun kan bukan milik Dedi, melainkan milik orang Sunda," Wakil Ketua Badan Musyawarah Masyarakat Sunda, Raden Dyna Ahmad, hari ini.

Habib Rizieq pada pertengahan November tahun lalu memelesetkan salam sampurasun menjadi "campur racun" saat berceramah di kabupaten Purwakarta Jawa Barat. Diksi "capur racun" yang disampaikan Rizieq sebagai bentuk sindiran kepada sosok Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi yang banyak menelorkan kebijakan sesat dan mengancam ajaran Islam di Purwakarta.

Usai ceramah, Rizieq dilaporkan karena pernyataan Rizieq dianggap menimbulkan ketersinggungan di kalangan masyarakat Sunda. Laporan yang dilayangkan Denda Alamsyah dari organisasi massa Angkatan Muda Siliwangi (AMS) ini sempat ditindaklajuti penyidik Polda Jawa Barat dengan pemanggilan saksi-saksi, namun saat ini kasus itu tidak terdengar lagi. 

"Sudah pernah dilaporkan tahun lalu tapi sampai saat ini belum ada tanggapan yang berarti," sesal Dyna. 

"Kami meminta Habieb Rizieq meminta maaf kepada masyarakat sunda secara terbuka. Karena dulu dia mengucapkan kalimat campur racun juga dengan terbuka," ujarnya.

Terbaru
16 Januari 2017 | 14:37
Alasan Twitter blokir akun FPI
16 Januari 2017 | 14:37
Polda Bali akan panggil Munarman
16 Januari 2017 | 14:14
"Habib Rizieq lebay"
16 Januari 2017 | 13:44
FPI 'dikeroyok' netizen di twitter
14 Januari 2017 | 17:56
Kisah korban bom Thamrin tahun lalu
14 Januari 2017 | 13:02
Peringatan satu tahun bom Thamrin
13 Januari 2017 | 22:35
FPI versus GMBI sepakat berdamai
13 Januari 2017 | 17:14
FPI tuding GMBI anti-Pancasila
13 Januari 2017 | 14:25
Kapolda Jabar akui pembina GMBI
12 Januari 2017 | 15:25
FPI tak terdaftar di Kemendagri
12 Januari 2017 | 14:49
Mau enggak Google diblokir?
11 Januari 2017 | 21:05
8 WNI dideportasi Imigrasi Malaysia
Berita Terkait
16 Januari 2017 | 12:27
"Ibu Megawati menistakan agama"
13 Januari 2017 | 17:14
FPI tuding GMBI anti-Pancasila