Hukum

Gugatan sengketa Sumber Waras ditolak pengadilan

3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
18:25
11 JAN 2017
Dok. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
Reporter
Oki
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pengadilan negeri Jakarta Barat menolak gugatan Perhimpunan Sosial Candra Naya dalam sengketa lahan Rumah Sakit Sumber Waras dan menyatakan, transaksi lahan seluas 3,6 hektare antara Yayasan Kesehatan Sumber Waras dengan pemerintah provinsi DKI pada tahun 2014 sah.

"Mengadili dalam eksepsi, menolak eksepsi tergugat dan turut tergugat, menolak gugatan penggugat, menghukum biaya perkara hingga berlakunya putusan ini sebesar Rp516 ribu," ujar ketua majelis hakim Muchammad Arifin, kemarin.

Gugatan sengketa kepemilikan lahan diajukan Perhimpunan Sosial Candra Naya pada Juni 2016. Perhimpunan Sosial Candra Naya menilai transaksi antara pemerintah Jakarta dan Yayasan Sumber Waras di Jalan Kyai Tapa, Grogol, ilegal. Kepemilikan lahan tersebut dianggap tak sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Perhimpunan Sosial Candra Naya sebagai, induk Sumber Waras.

Gubernur Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama  mengatakan, pemprov tidak melakukan pelanggaran dalam pembelian lahan tersebut. "Kami belinya sertifikat, memang sah semua dapat dari BPN," ujar Gubernur Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di markas pemenangan Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, hari ini.

Ahok menjelaskan, pembelian lahan Rp 755 miliar pada 2014 lalu itu, sepatutnya tak dipermasalahkan. Pemprov DKI membeli sesuai nilai jual obyek pajak 2014, yakni Rp 20 juta per meter. "Ya memang kalau kamu mau beli tanah apapun paling aman ya ke BPN dan notaris. Kalau dia (hakim) bilang sah ya sah," ungkap dia.

Terbaru
22 April 2017 | 08:20
KPK masih usut korupsi BLBI
21 April 2017 | 12:52
KPK kembali periksa Andi Narogong
21 April 2017 | 11:48
KPK periksa Farhat Abbas
21 April 2017 | 08:43
KPK tak akan buka BAP Miryam
20 April 2017 | 13:00
Ahok diteriaki "bunuh"
20 April 2017 | 11:43
Ahok dituntut 1 tahun bui
20 April 2017 | 09:30
Jaksa ditantang tuntut bebas Ahok
20 April 2017 | 09:29
Massa pro-kontra Ahok sepi
18 April 2017 | 19:19
Miryam S Haryani kembali mangkir
18 April 2017 | 18:32
Boy Rafli Amar jadi Kapolda Papua