Hukum

Kemenkes tetapkan tembakau gorila narkotika golongan satu

1.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
13:42
12 JAN 2017
Ilustrasi ganja sintetis
Reporter
Oki
Sumber
Rimanews

Rimanews - Kementerian Kesehatan menetapkan ganja sintetis atau synthetic cannabinoid alias tembakau gorila masuk dalam jenis narkoba golongan satu, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2017.

"Jadi kita masukkan ke Undang-Undang kesehatan tentang zat adiktif, psikotropika," ujar Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek saat menghadiri acara Nusantra Sehat di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, hari ini.

Diterbitkannya Permenkes Nomor 2 Tahun 2017 ini sekaligus mengubah golongan jenis narkotika yang pernah diterbitkan pada tahun 2014 yakni Permenkes Nomor 13. Dalam Permenkes Nomor 2 Tahun 2017 dijelaskan narkotika golongan satu adalah Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengambangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi ketergantungan.

Narkotika golongan dua adalah narkotika berkhasiat pegobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi ketergantungan.

Sedangkan narkotikan golongan tiga adalah narkotika berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan yang mengakibatkan ketergantungan.

"Ganja gorila masuk ke dalam narkotika golongan satu angka nama kimia N-[(1S)-1-(Aminokarbonil) yang ditemukan untuk disemprotkan pada produk tertentu," terang Kepala Bagian Peraturan Perundang-undangan Kemenkes, Sundoyo.

Terbaru
24 Februari 2017 | 12:43
Yusril akan jadi saksi Habib Rizieq
23 Februari 2017 | 19:09
KPK tahan politisi PKB Musa Zainuddin
23 Februari 2017 | 16:54
Firza Husein alami tekanan batin
23 Februari 2017 | 00:02
"Buzzer politik haram"
22 Februari 2017 | 20:31
Korupsi di Banten jadi perhatian KPK
22 Februari 2017 | 11:42
KPK periksa Patrialis Akbar
22 Februari 2017 | 10:10
Polisi bantah kriminalisasi ulama
22 Februari 2017 | 09:16
KPK buru aset Bambang Irianto
22 Februari 2017 | 07:36
Ahok minta maaf
Berita Terkait