Hukum

FPI tak terdaftar di Kemendagri

7.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:25
12 JAN 2017
Dok. Mendagri Tjahjo Kumolo
Reporter
Andika Dwi Annur
Sumber
Rimanews

Rimanews - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan organisasi masyarakat Islam FPI tidak terdaftar di Kementerian Dalam Negeri.

"Setahu saya," ujar Tjahjo di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, hari ini.

FPI dideklarasikan pada 17 Agustus 1998 di Pondok Pesantren Al Um, Kampung Utan, Ciputat, oleh sejumlah habib, ulama, mubaligh dan aktivis muslim.

November 2014, Sekretaris Umum DPP FPI KH Jafar Shodiq ketika itu menegaskan organisasinya resmi terdaftar di Kementerian Dalam Negeri tepatnya di Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kemendagri. Semua cabang FPI, katanya, telah terdaftar, karena ketika DPP sudah mendaftarkan, otomatis untuk cabang-cabang FPI sudah tercatat di Kesbangpol wilayah. Karena statusnya terdaftar di Kementerian Dalam Negeri, setiap lima tahun sekali FPI diharuskan memperpanjang statusnya.

Dalam Surat Keterangan Terdaftar (SKT) No. 01-00-00/0010/D.III.4/VI/2014 yang ditandatangani oleh Ditjen Kesbangpol Kemendagri kala itu, Budi Prasetyo, tertera bahwa status FPI sebagai ormas resmi diperpanjang hingga 20 Juni 2019. 

Selain terdaftar di Kemendagri, Shodiq juga menyatakan bahwa FPI juga memiliki akte notaris. Karena, pada saat pendaftaran awal di Kemendagri, FPI sebagai ormas harus sudah memiliki akte notaris, NPWP, dan berbagai persyaratan lainnya. 

Dikatakan Tjahjo, kemungkinan FPI hanya terdaftar di Provinsi dan Kabupaten Kota. Namun demikian, keabsahan ormas tersebut tetap diakui oleh negara.

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
22 April 2017 | 08:20
KPK masih usut korupsi BLBI
21 April 2017 | 12:52
KPK kembali periksa Andi Narogong
21 April 2017 | 11:48
KPK periksa Farhat Abbas
21 April 2017 | 08:43
KPK tak akan buka BAP Miryam
20 April 2017 | 13:00
Ahok diteriaki "bunuh"
20 April 2017 | 11:43
Ahok dituntut 1 tahun bui
20 April 2017 | 09:30
Jaksa ditantang tuntut bebas Ahok
20 April 2017 | 09:29
Massa pro-kontra Ahok sepi
18 April 2017 | 19:19
Miryam S Haryani kembali mangkir
18 April 2017 | 18:32
Boy Rafli Amar jadi Kapolda Papua