Hukum

Soal Siti Aisyah, Polri tunggu invstigasi polisi Malaysia

1.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
18:37
17 FEB 2017
Dok. Siti Aisyah, warga Indonesia yang diduga membunuh Kim Jung nam
Editor
Dede Suryana
Sumber
Rimanews

Rimanews - Polri menunggu perkembangan investigasi keterlibatan Siti Aisyah, Warga Negara Indonesia yang diduga terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, di Malaysia.

"Kami menunggu info dari atase kepolisian di Malaysia untuk bisa bertemu langsung dengan tersangka," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Martinus Sitompul seperti dilansir Antara, hari ini. 

Jong-nam (45) dibunuh oleh dua perempuan yang memercikkan bahan kimia ke wajah Jong-nam di terminal keberangkatan Bandara Internasional Kuala Lumpur 2, Senin 13 Februari lalu saat akan berangkat ke Macau.

Kedua perempuan itu kemudian masuk ke taksi dan melarikan diri. Salah satu perempuan, yang merupakan Siti Aisyah, ditangkap di bandara pada Rabu lalu saat mencoba keluar dari Malaysia dengan menggunakan pesawat.

Menurut Kepala Satuan Diraja Polisi Malaysia, Inspektur Jenderal Tan Sri Khalid Abu Bakar, wanita dengan paspor Indonesia itu ditangkap Kamis pada pukul 02.00 waktu setempat. Sementara perempuan satunya, memegang dokumen perjalanan Vietnam dengan nama Doan Thi Huong. 

Martinus mengatakan, polri juga belum memeriksa keluarga Siti yang diketahui tinggal di Serang, Banten dengan alasan masih berusaha melengkapi identitas Siti terlebih dulu.

"Kami belum periksa keluarganya. Berdasarkan data paspor, harus dipastikan dulu keasliannya. Ini penting supaya kami bisa selidiki sejauh mana yang bersangkutan beraktifitas," katanya.

Terbaru
27 Februari 2017 | 13:54
KPK panggil wakil ketua DPRD Cimahi
26 Februari 2017 | 15:12
"Siti Aisyah hanya korban"
24 Februari 2017 | 12:43
Yusril akan jadi saksi Habib Rizieq
23 Februari 2017 | 19:09
KPK tahan politisi PKB Musa Zainuddin
23 Februari 2017 | 16:54
Firza Husein alami tekanan batin
23 Februari 2017 | 00:02
"Buzzer politik haram"
22 Februari 2017 | 20:31
Korupsi di Banten jadi perhatian KPK
22 Februari 2017 | 11:42
KPK periksa Patrialis Akbar
22 Februari 2017 | 10:10
Polisi bantah kriminalisasi ulama
22 Februari 2017 | 09:16
KPK buru aset Bambang Irianto
22 Februari 2017 | 07:36
Ahok minta maaf