Hukum

Diperiksa KPK 7 jam, Emir diajukan 17 pertanyaan

1.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:16
17 FEB 2017
Emirsyah Satar usai diperiksa KPK, hari ini. (Foto: Antara)
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Antara

Rimanews - Komisi Pemberantasan Korupsi mengajukan 17 pertanyaan kepada  mantan direktur PT Garuda Indonesia,  Emirsyah Satar untuk kasus dugaan tindak pidana korupsi suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia.

"Tadi sudah diberikan sekitar 17 pertanyaan dan sudah dijelaskan apa adanya dan kami akan membantu KPK untuk selesainya kasus ini dengan baik," kata Luhut Pangaribuan, Kuasa Hukum Emirsyah Satar di gedung KPK, Jakarta, hari ini.

Berbicara di tempat yang sama, Emirsyah menyatakan, telah bersikap kooperatif dan telah memberikan keterangan apa adanya dalam pemeriksaan hari ini agar proses penyidikannya lebih cepat

"Jadi itulah yang tadi kami inginkan dan tentunya kami harapkan bahwa kasus ini tidak mengganggu Garuda Indonesia sendiri," ucap Emirsyah.

Emirsyah  baru kali pertama diperiksa KPK sebagai tersangka. Dia datang sekitar pukul 09.00 WIB dan menjalani pemeriksaan hingga pukul 17.45 WIB.

Dalam kasus ini, Emirsyah diduga menerima suap 1,2 juta euro dan US$ 180 ribu atau senilai total Rp 20 miliar serta dalam bentuk barang senilai US$ 2 juta yang tersebar di Singapura dan Indonesia dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 pada PT Garuda Indonesia Tbk.

Pemberian suap itu dilakukan melalui seorang perantara Soetikno Soedarjo selaku "beneficial owner" dari Connaught International Pte. Ltd yang berlokasi di Singapura. Soektino diketahui merupakan presiden komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA), satu kelompok perusahaan di bidang media dan gaya hidup.

Rolls Royce sendiri oleh pengadilan di Inggris berdasarkan investigasi Serious Fraud Office (SFO) Inggris sudah dikenai denda sebanyak 671 juta pounsterling (sekitar Rp 11 triliun) karena melakukan pratik suap di beberapa negara antara lain Malaysia, Thailand, China, Brazil, Kazakhstan, Azerbaizan, Irak, Anggola.

KPK awalnya menerima laporan dari SFO dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura yang sedang menginvestigasi suap Rolls Royce di beberapa negara, SFO dan CPIB pun mengonfirmasi hal itu ke KPK termasuk memberikan sejumlah alat bukti.

KPK melalui CPIB dan SFO juga sudah membekukan sejumlah rekening dan menyita aset Emirsyah yang berada di luar negeri.

 

Terbaru
22 April 2017 | 08:20
KPK masih usut korupsi BLBI
21 April 2017 | 12:52
KPK kembali periksa Andi Narogong
21 April 2017 | 11:48
KPK periksa Farhat Abbas
21 April 2017 | 08:43
KPK tak akan buka BAP Miryam
20 April 2017 | 13:00
Ahok diteriaki "bunuh"
20 April 2017 | 11:43
Ahok dituntut 1 tahun bui
20 April 2017 | 09:30
Jaksa ditantang tuntut bebas Ahok
20 April 2017 | 09:29
Massa pro-kontra Ahok sepi
18 April 2017 | 19:19
Miryam S Haryani kembali mangkir
18 April 2017 | 18:32
Boy Rafli Amar jadi Kapolda Papua