Hukum

KPK periksa eks atase Imigrasi KBRI Malaysia

1.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:21
27 FEB 2017
Dok. Jubir KPK Febri Diansyah
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Penyidik KPK memanggil mantan atase imigrasi di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Dwi Widodo, sebagai tersangka dugaan suap penerbitan paspor dan calling visa.

"DW (Dwi Widodo) akan diperiksa dengan statusnya sebagai tersangka," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, hari ini.

Dwi Widodo ditetapkan sebagai tersangka pada 7 Februari lalu. Dwi selaku Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) diduga menerima suap sebesar Rp 1 miliar salah satu perusahaan di Malaysia.

Modus yang dilakukan Dwi, dengan meminta perusahaan selaku agen untuk memberikan sejumlah uang atas pembuatan paspor bagi warga negara Indonesia di Malaysia yang hilang atau rusak. Paspor diterbitkan melalui metode reach out dan memungut biaya yang melebihi tarif resmi terkait penerbitan calling visa.

"Tersangka DW meminta kepada pihak agen perusahaan (makelar) yang menjadi kuasa atau penjamin WNA untuk mengirimkan sejumlah uang ke rekening pribadinya sebagai imbalan atas bantuan yang diberikan," kata Febri.

Dwi dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

KATA KUNCI : , , , , ,
Terbaru
21 Juni 2017 | 22:32
Miryam disidangkan usai Lebaran
19 Juni 2017 | 19:27
KPK pertanyakan surat Pansus DPR
18 Juni 2017 | 10:36
KPK memanipulasi dukungan publik
16 Juni 2017 | 20:30
Masinton: KPK bohong
16 Juni 2017 | 16:13
Ratu Atut dituntut 8 tahun bui
Hukum