Hukum

Pengadilan tolak kakak angkat Ahok jadi saksi

1.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
12:29
07 MAR 2017
Dok: Sidang lanjutan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Foto: Antara
Reporter
Oki
Sumber
Rimanews

Rimanews - Majelis hakim sidang kasus penistaan agama memutuskan untuk tidak melakukan pemeriksaaan terhadap Andi Analta Amier, kakak angkat terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang disiapkan sebagai saksi meringankan.

"Keputusan majelis, karena saksi ini sudang mendengarkan keterangan saksi lainnya, maka saksi ini tidak perlu diperiksa," ujar ketua majelis hakim, Dwiarso Budi Santiarto pada sidang yang digelar di auditorium Kementeran Pertanian, Jakarta Selatan, hari ini.

Andi terdeteksi langsung ketua jaksa penuntut umum (JPU), Ali Mukartono saat dihadirkan tim pengacara Ahok di tengah persidangan. Karena baru sadar bahwa sosok yag dihadirkan bernama Andi Analta Amier, sontak Ali mengiterupsi persidangan.

Menurut Ali, Andi sering tampak dalam ruang sidang dan menyaksikan langsung pemeriksaan saksi-saksi sebalum dirinya. Padahal, merujuk Pasal 167 KUHP, seorang saksi yang telah memberi keterangan usai persidangan tidak boleh berhubungan dengan saksi yang belum diperiksa dalam perisangan.

"Karena kenapa, yang bersangkutan akan mengerti apa persoalan yang digali dalam persidangan. Karena yang bersangkutan sering hadir, maka kami menilai kapasitas saksi tidak dapat diterima sebagai saksi, dari pada cacat hukum nanti," ujar Ali.

Pernyataan Ali pun langsung dibantah I Wayan Sudirta sebagai salah satu pengacara Ahok. Dia menilai Andi Analta merupakan saksi sah yang sudah diperiksa penyidik sebelumnya lengkap dengan berita acara pemeriksaan (BAP). Terlebih dia menilai keterangan jaksa Ali hanya mengada-ada.

"Apa masalahnya kalau saksi ada di ruang persidangan sebelumnya. Akan jadi masalah kalau yang bersangkutan hadir lalu bercakap-cakap seperti ketentuan pesidangan," ungkap Wayan.

Namun, majelis hakim tetap pada pendiriannya dan mengacu pada ketentuan Pasal 167 KUHAP seperti kata jaksa Ali. "Jadi mohon maaf kepada Pak Andi Analta Amier, anda tidak bisa kami periksa sebagai saksi," tandas Dwiarso.

Terbaru
22 April 2017 | 08:20
KPK masih usut korupsi BLBI
21 April 2017 | 12:52
KPK kembali periksa Andi Narogong
21 April 2017 | 11:48
KPK periksa Farhat Abbas
21 April 2017 | 08:43
KPK tak akan buka BAP Miryam
20 April 2017 | 13:00
Ahok diteriaki "bunuh"
20 April 2017 | 11:43
Ahok dituntut 1 tahun bui
20 April 2017 | 09:30
Jaksa ditantang tuntut bebas Ahok
20 April 2017 | 09:29
Massa pro-kontra Ahok sepi
18 April 2017 | 19:19
Miryam S Haryani kembali mangkir
18 April 2017 | 18:32
Boy Rafli Amar jadi Kapolda Papua