Hukum

Anies Baswedan bingung dituding korupsi pameran buku

3.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:57
10 MAR 2017
Dok. Calon gubernur DKI Anies Baswedan (Foto: Antara)
Reporter
Muhammad Adam Isnan
Sumber
Rimanews

Rimanews - Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku tidak tahu laporan yang dilayangkan LSM Government Against Corruption and Discrimination ke KPK dengan tuduhan korupsi pada acara pameran buku di Jerman, saat dia menjabat sebagai Mendikbud pada 2015 lalu.

"Lebih baik yang menjelaskan yang lapor. Saya juga enggak tahu yang dilaporkan apa," kata Anies Baswedan kepada wartawan di Masjid Al Mughni Kuningan Jakarta Selatan, hari ini.

Direktur Eksekuti LSM GACD Andar Mangatas Situmorang, kemarin melaporkan Anis Baswedan karena diduga terlibat dalam korupsi proyek Frankpurt Bookfair 2015. Anies dituduh melakukan korupsi sebesar Rp 146 miliar dengan modus kejahatan jabatan pada ajang pameran kebudayaan Indonesia. 

Anis menjelaskan, jika dia dituding melakukan korupsi anggaran, masalah itu sejatinya bisa dilihat dalam laporan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

"Menurut saya yang harus jelasin yang melaporkan, dimana letak masalahnya. Kalau ada masalah, harusnya BPK udah lapor dari kemarin-kemarin, kan yang mengaudit BPK. Kalau BPK enggak ada laporan, terus dari mana laporannya, saya juga enggak tahu," sambung Anies.

Anies menduga laporan itu sengaja digulirkan karena dia dan pasangannya Sandiaga Uno akan kembali bertarung pada putaran kedua Pilkada DKI, April mendatang.

"Udah mau Pilkada kemudian muncul laporan-laporan yang macam-macam. Saya atau Sandi, lucu-lucu aja itu. Biar nanti yang melaporkan saja yang menjelaskan masalahnya dimana," ujar Anies.

Terbaru
24 Maret 2017 | 18:07
Anak gugat ibu kandung Rp1,8 M
24 Maret 2017 | 14:00
Jurus KPK jerat Setya Novanto
24 Maret 2017 | 08:02
KPK bantah ancam politisi Hanura
23 Maret 2017 | 04:11
Ngaku polisi, pria diciduk polisi
21 Maret 2017 | 18:57
Saksi ahli Ahok kritik fatwa MUI
21 Maret 2017 | 17:17
Syahrini wajib pajak terperiksa
21 Maret 2017 | 14:36
Saksi Ahok bantah mewakili PBNU