Hukum

Alasan Rajamohanan minta bantuan adik ipar Jokowi

1.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
18:27
13 MAR 2017
Dok. Bos PT EKP Ramapanicker Rajamohanan Nair (Foto: Antara)
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Country Director PT Eka Prima Ekspor Indonesia (EKP), Ramapanicker Rajamohanan Nair, mengungkap alasan meminta bantuan adik ipar adik ipar Presiden Joko Widodo, Arief Budi Sulistyo, untuk menyelesaikan permasalahan pajak PT EKP.

"Karena saya hanya diberi waktu 30 hari untuk menyelesaikan masalah (pajak) ini. Saya mengaku keberatan, tapi Johnny (Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Enam Kalibata, Johnny Sirait) bilang katanya harus ke Haniv (Kakanwil Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, Muhammad Haniv)," kata Rajamohanan usai menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, hari ini.

Peran Arief dalam kasus ini, sebelumnya terungkap dalam dakwaan Rajamohan. Arief disebut bertemu dengan Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi pada 23 September 2016 dengan bantuan Handang Soekarno. 

Rajamohanan meminta bantuan Arief mengenai penyelesaian masalah pajak PT EKP dengan mengirimkan dokumen-dokumen tersebut melalui WhatsApp yang diteruskan oleh Arief kepada Handang dengan kalimat, "Apapun Keputusan Dirjen. Mudah2an terbaik buat Mohan pak. Suwun." Dalam dakwaan itu, Arief juga disebutkan berperan menyampaikan masalah pajak Rajamohanan kepada Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv.

Rajamohanan mengaku meminta bantuan Arief karena intervensi dan ancaman dari Johnny Sirait, agar bisa difasilitasi untuk bertemu dengan Haniv.

"Saya kenal arief sudah 10 tahun, kenal karena bisnis. Saya minta bantuan ke beliau (Haniv) bikin abonemen perusahaan, jadi bukan untuk memberi uang. Saya ini victim. Saya mau adukan masalah saya ke yang lebih tinggi dari Johnny," tambahnya.

Pengusaha keturuan India itu menambahkan, dia pernah membawa uang tunai senilai Rp 1,5 miliar dari Jakarta ke Solo untuk membeli lahan di Wonogiri untuk membangun pabrik pengupas kacang mete.

"Karena kami sudah punya teknologinya," ujar dia. Alasan dia membawa uang tunai melalui pesawat karena dia menilai makelar tanah di desa tidak bisa berkompromi jika tidak bisa memperlihatkan uangnya secara cash.

"Karena namanya orang desa gimana lagi, makelar tidak bakal mau nunjukin (penjual dan letak tanah yang akan dijual) kalau tidak langsung cash duitnya," ujarnya.

Terbaru
22 Mei 2017 | 12:42
KPK periksa sekjen DPR
19 Mei 2017 | 16:49
Miryam kembali diperiksa KPK
Berita Terkait