Hukum

Saksi Ahok kembali bahas Gus Dur di persidangan

2.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
12:44
14 MAR 2017
Ahok di sidang ke-14 hari ini (Foto: Antara)
Reporter
Oki
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pidato KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur menjadi fakta persidangan dalam sidang lanjutan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, hari ini.

Juhri, saksi fakta yang dihadirkan tim pengacara Ahok menyebutkan, Gus Dur melakukan pembelaan terhadap kampanye hitam tentang dilarangnya memilih pemimpin non-Muslim saat Ahok mencalonkan diri sebagai gubernur Bangka Belitung, pada 2007 silam.

"Jadi Gus Dur yang menyampaikan langsung di Gedung Nasional bahwa kita boleh memilih pemimpin non-Muslim," ujar Juhri dalam sidang yang digelar di auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, hari ini.

Sepekan lalu, saksi meringankan Ahok, Eko Cahyono, yang merupakan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Belitung Timur, juga menyebut nama Gus Dur di sidang 7 Maret 2017. 

Eko yang pernah berpasangan dengan Ahok saat Pilkada Bangka Pelitung, juga menyampaikan bahwa Gus Dur menyebut boleh memilih pemimpin pemerintahan nonmuslim, boleh memilih pemimpin pemerintah yang tidak seagama. 

Juhri yang kala itu menjabat sebagai Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Belitung Timur juga membeberkan panjang lebar tentang bertebarannya selebaran tentang larangan memilih pemimpin non-muslim dengan mengutip surat Al Maidah ayat 51. 

Dia menyatakan, Ahok diserang pihak lawan dengan surat Al Maidah sebagai alatnya. Ketika itu juga, dia menyatakan langsung menindaklanjuti selebaran yang diduga sebagai pelanggaran Pemilu.

Kehadiran Gus Dur dalam kampenye Ahok diyakininya justru untuk melakukan pembelaan karena bertebarannya selebaran tersebut, dan pernyataan Gus Dur tidak termasuk dalam kategori pelanggaran kampanye.

"Apa yang dinyatakan Gus Dur tidak ada pelanggaran menurut kacamata Panwas, jadi materi dipatonya tidak melanggar," tegas Juhri.

Menurut dia, ada beberapa poin yang dilontarkan Gus Dur dalam kampanye Ahok ketika itu, antara lain dia menyatakan, "memilih gubernur tidak ada urusan dengan agama," dan "Al Quran mengatakan kita tidak boelh dekat dengan kafir, kafir itu bukan orang kristen, dan bukan orang yahudi. Kenapa? yang dinamakan kafir oleh Al Quranul Karim adalah orang-orang yang tidak bertuhan".

Terbaru
20 Juli 2017 | 07:56
Peradi dukung Perppu Ormas
19 Juli 2017 | 14:56
Upaya Yusril selamatkan HTI
19 Juli 2017 | 11:56
Alasan pemerintah bubarkan HTI
19 Juli 2017 | 10:59
Kemenkumham resmi bubarkan HTI
18 Juli 2017 | 14:37
Sidang eksepsi Miryam ditunda
14 Juli 2017 | 13:27
KPK periksa Sandiaga Uno
13 Juli 2017 | 23:08
Nasdem dukung Perppu Ormas