Hukum

Polisi usut spanduk larangan menyalatkan jenazah

1.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
13:13
14 MAR 2017
Dok. Spanduk larangan menyalatkan jenazah (Foto: Istimewa)
Editor
Dede Suryana
Sumber
Antara

Rimanews - Polda Metro Jaya mengusut pemasangan spanduk berisi seruan untuk tidak menyalatkan jenazah warga pendukung penista agama di sejummlah masjid di Jakarta.

"Petugas meminta keterangan pengurus RT dan RW," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Jakarta, hari ini.

Spanduk bertuliskan “Masjid Ini Tidak Menyalatkan Jenazah Pendukung & Pembela Penista Agama” sempat viral di media sosial. Salah satu Masjid yang memampang spanduk tersebut terletak di Kelurahan Karet, Setiabudi, Jakarta Pusat bernama Masjid Al-Jihad.

Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono berjanji akan membersihkan spanduk-spanduk provokatif tersebut karena berpotensi menimbulkan perpecahan dan merusak kerukunan antarumat beragama.

Argo menjelaskan, penyidik juga akan meminta keterangan Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait spanduk tersebut.

Kendati demikian, polisi belum memastikan pemasangan spanduk tersebut memenuhi unsur tindak pidana atau tidak karena memerlukan keterangan dari saksi maupun ahli. Setelah meminta keterangan saksi dan ahli, polisi akan menganalisa dan menindaklanjuti penyebaran spanduk itu.

Argo menyatakan, polisi telah bekerja sama dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta untuk mencopot spanduk larangan menyalatkan pendukung penista agama itu.

Direktur Intel dan Keamanan (Intelkam) Polda Metro Jaya Kombes Merdisyam menambahkan, polisi akan menelusuri dugaan pemasangan spanduk tersebut dilakukan secara teroganisir atau tidak.

Terbaru
22 April 2017 | 08:20
KPK masih usut korupsi BLBI
21 April 2017 | 12:52
KPK kembali periksa Andi Narogong
21 April 2017 | 11:48
KPK periksa Farhat Abbas
21 April 2017 | 08:43
KPK tak akan buka BAP Miryam
20 April 2017 | 13:00
Ahok diteriaki "bunuh"
20 April 2017 | 11:43
Ahok dituntut 1 tahun bui
20 April 2017 | 09:30
Jaksa ditantang tuntut bebas Ahok
20 April 2017 | 09:29
Massa pro-kontra Ahok sepi
18 April 2017 | 19:19
Miryam S Haryani kembali mangkir
18 April 2017 | 18:32
Boy Rafli Amar jadi Kapolda Papua