Hukum

Hakim minta Dimas Kanjeng baca syahadat sebelum bersaksi

8.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
23:49
15 MAR 2017
Dok. Kanjeng Dimas Taat Pribadi (Foto: Antara)
Editor
Dede Suryana
Sumber
Rimanews

Rimanews - Dimas Kanjeng Taat Pribadi dihadirkan sebagai saksi dalam sidang penipuan dan penggandaan uang dengan tersangka Karmawi, yang merupakan orang dekat Taat Pribadi, di Pengadilan Negeri Surabaya, hari ini.

Sebelum memulai sidang, Hakim yang diketuai Isjuaedi meminta Dimas Kanjeng untuk mengucapkan kalimat syahadat sebanyak dua kali. "Baca kalimat syahadat dua kali lalu ikuti kata-kata saya," kata Hakim Isjuaedi kepada Taat Pribadi, seperti dikutip dari Antara, hari ini.

Saat bersaksi, Dimas Kanjeng menggunakan baju batik lengan panjang dan sepatu berwarna hitam serta rambut yang tertata rapi.

Karmawi adalah orang suruhan Taat Pribadi untuk merekrut tujuh orang mahaguru besar abal-abal. Sosok yang dianggap guru spiritual dan bagian dari kedok penipuan ini, merupakan warga biasa.

Bahkan, maha guru di padepokan Dimas Kanjeng itu berprofesi sebagai seorang pemulung yang sesekali meminta-minta di pinggir jalan

Sementara Taat Pribadi, didakwa dengan kasus penipuan dan juga pembunuhan yang kasusnya sedang disidangkan di Pengadilan Negeri Probolinggo. Ada dua kasus pembunuhan yang melibatkan pimpinan Taat Pribadi yakni korban Abdul Gani dan Ismail Hidayat.

Taat Pribadi diancam pasal 340 junto pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman sumur hidup sampai dengan hukuman mati.

Terbaru
22 April 2017 | 08:20
KPK masih usut korupsi BLBI
21 April 2017 | 12:52
KPK kembali periksa Andi Narogong
21 April 2017 | 11:48
KPK periksa Farhat Abbas
21 April 2017 | 08:43
KPK tak akan buka BAP Miryam
20 April 2017 | 13:00
Ahok diteriaki "bunuh"
20 April 2017 | 11:43
Ahok dituntut 1 tahun bui
20 April 2017 | 09:30
Jaksa ditantang tuntut bebas Ahok
20 April 2017 | 09:29
Massa pro-kontra Ahok sepi
18 April 2017 | 19:19
Miryam S Haryani kembali mangkir
18 April 2017 | 18:32
Boy Rafli Amar jadi Kapolda Papua
Berita Terkait
3 April 2017 | 04:12
Guru SMK tipu calon PNS