Hukum

Gamawan: demi Allah saya tidak terima uang e-KTP

2.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
12:23
16 MAR 2017
Dok. Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi (Foto: Antara)
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Mantan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, bersumpah tidak pernah mendapatkan sepeserpun aliran dana suap proyek e-KTP yang telah merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun itu.

"Saya tidak pernah menerima uang satu rupiah pun dari proyek ini," ujar Gamawan saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, hari ini. "Demi Allah saya tidak menerima satu rupiah pun dari proyek ini. Saya minta didoakan agar dikutuk oleh Allah jika saya menerima uang. Tapi saya juga meminta agar orang yang memfitnah saya dibukakan hatinya," Tegasnya.

Dalam dakwaan dua mantan pejabat Kemendagri yang sudah menjadi tersangka korupsi e-KTP, Irman dan Sugiharto, Gamawan disebut menerima uang US$ 4,5 juta dari Andi Agustinus alias Andi Anrogong melalui Afdal Noverman dalam dua tahan. 

Tahap pertama diberikan sejumlah US$ 2 juta dengan maksud agar pelelangan pekerjaan KTP berbasis NIK secara nasional (e-KTP) tidak dibatalkan oleh Gamawan Fauzi. Tahap kedua Andi Narogong kembali memberikan US$ 2,5 juta untuk memperlancar proses penetapan pemenang lelang pada pertengahan Juni 2011, melalui saudaranya, Azmin Aulia.

Guna membersihkan namanya dalam suap tersebut, Politisi Demokrat itu juga berani bersumpah dengan nama Tuhan dan siap dikutuk jika menerima aliran uang tersebut.

Sementara uang Rp 50 juta yang juga disebut dalam dakwaan, menurut Gamawan, uang itu merupakan uang honor dirinya sebagai pembicara semasa menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.

"Rp 50 Juta itu saya terima dari hasil saya sebagai pembicara di lima provinsi. Itu honor resmi, dan saya tandatangani. Menteri kalau menjadi pembicara perjam honornya Rp 5 juta," tambah mantan Menteri SBY itu.

Terbaru
1 Mei 2017 | 10:55
KPK segera periksa Miryam
27 April 2017 | 18:20
Masinton terganggu sikap KPK
27 April 2017 | 14:29
Miryam jadi buronan KPK
25 April 2017 | 16:14
Ahok tebar canda tawa usai sidang
25 April 2017 | 14:28
Vonis Ahok dibacakan 9 Mei
25 April 2017 | 10:00
Ada 'Finding Nemo' di pledoi Ahok
22 April 2017 | 08:20
KPK masih usut korupsi BLBI