Hukum

Novanto dilaporkan ke MKD DPR atas kasus e-KTP

1.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:10
16 MAR 2017
Dok: Ilustrasi
Reporter
Zul Sikumbang
Sumber
Rimanews

Rimanews - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) melaporkan Ketua DPR RI, Setya Novanto karena diduga terlibat dalam kasus e-KTP.

"Saya Boyamin Saiman sebagai koordinator MAKI hari ini menyerahkan surat aduan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan bapak Setya Novanto dalam kedudukanya selaku Ketua DPR," kata Boyamin usai melaporkan Setya Novanto di MKD DPR RI, hari ini.

Nama Novanto mencuat dalam dakwaan kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa dua mantan pejabat Kemendagri. Novanto disebut menerima uang dari proyek e-KTP usai ditemui Irman, agar sebagai ketua fraksi Golkar dapat menyetujui berjalannya proyek senilai Rp 5,9 triliun.

Boyamin menyebutkan, Novanto melakukan kebohongan karena menyatakan bahwa tidak terlibat dalam kasus e-KTP dan tidak pernah kenal dengan Andi Agustinus serta Irman dan Sugiharto.

"Ada dua hal itu saya punya catatan, pertemuan-pertemuan khusus itu ada. Sekitar akhir 2010-awal 2011 di hotel Grand Mulia, Pak Novanto pak pagi-pagi bertemu dengan Andi Agustinus, Irman, Sugiharto dan Sekjen Kemendagri, Diah Anggraini.

Ia juga menyebutkan adanya ada pertemuan dengan ruangan Fraksi Golkar,  yang dihadiri Irman, Sugiharto, Diah Amggraini.

"Sehingga  ya otomatis  ya mengenal Irman dan Sugiharto karena pertemuan-pertenuan itu. Nah mengkritisi itu bahwa Setya Novanto dalam hal ini melakukan dugaan pelanggaran etik karena melakukan perbuatan tidak terpuji atau bohong," ujar Boyamin.

Ia juga mencantumkan Pasal 3 ayat 1 Peraturan DPR RI Nomor 1 tahun 2015 : bahwa “Anggota harus menghindari perilaku tidak pantas atau tidak patut yang dapat merendahkan citra dan kehormatan DPR baik di dalam gedung DPR maupun di luar gedung DPR menurut pandangan etika dan norma yang berlaku dalam masyarakat”.

Terbaru
1 Mei 2017 | 10:55
KPK segera periksa Miryam
27 April 2017 | 18:20
Masinton terganggu sikap KPK
27 April 2017 | 14:29
Miryam jadi buronan KPK
25 April 2017 | 16:14
Ahok tebar canda tawa usai sidang
25 April 2017 | 14:28
Vonis Ahok dibacakan 9 Mei
25 April 2017 | 10:00
Ada 'Finding Nemo' di pledoi Ahok
22 April 2017 | 08:20
KPK masih usut korupsi BLBI