Hukum

Chairuman Harahap bantah terima duit e-KTP

1.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:43
16 MAR 2017
Dok. Mantan Ketua Komisi II DPR Chaeruman Harahap (Foto: Antara)
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Politisi Golkar yang juga mantan Ketua Komisi II DPR, Chairuman Harahap, membantah menerima suap e-KTP, saat diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Irman dan Sugiharto. 

Ketua mejelis hakim Pengadilan Tipikor, Jhon Halasan Butarbutar, mempertanyakan bukti surat tanda terima dana sebesar Rp 1,25 Miliar kepada keponakannya bernama Rida N Harahap. "Bukti yang ditemukan di rumah saudara, ada surat (tulisan tangan) tanda terima uang sebesar Rp 1,25 miliar dari Chaeruman Harahap ke Rida N. Harahap, pada 16 Oktober 2011. Apa itu?" tanya Hakim kepada Chairuman.

Chaeruman menjawab bahwa surat itu adalah bukti tanda terima penyerahan uang investasi bisnisnya, bukan uang korupsi e-KTP. "Uang itu memang saya investasikan," jawabnya.

Chaeruman dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto disebut menerima uang sejumlah USD 584 ribu dan Rp 26 miliar. Untuk kepentingan penganggaran, pada bulan Februari 2011 pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong memberikan uang sebesar Rp 520 miliar kepada beberapa pihak, yakni sejumlah partai politik, dan beberapa orang lainnya. Saat itu Chairuman menerima Rp 20 miliar.

Chairuman juga disebut pernah meminta uang sejumlah USD 100 ribu ke Irman melalui Miryam S Haryani untuk membiayai kunjungan kerja Komisi II DPR ke beberapa daerah. Uang tersebut diminta Chairuman pada bulan Mei 2011.

Ketua majelis hakim kemudian menyusul pertanyaan mengenai bidang investasi yang diikuti Chaeruman sehingga tanda serah terima hanya menggunakan tulis tangan. "investasi dalam bentuk valas," jawab Chaeruman.

Ketua majelis hakim juga mengatakan ada catatan dalam BAP yang menyebutkan bahwa ada penitipan uang sejumlah Rp3,18 miliar, apakah uang itu ada kaitannya dengan proyek aliran dana e-KTP.

"Tidak ada. Saya yakin tidak ada kaitannya," kata Chairuman.

Terbaru
1 Mei 2017 | 10:55
KPK segera periksa Miryam
27 April 2017 | 18:20
Masinton terganggu sikap KPK
27 April 2017 | 14:29
Miryam jadi buronan KPK
25 April 2017 | 16:14
Ahok tebar canda tawa usai sidang
25 April 2017 | 14:28
Vonis Ahok dibacakan 9 Mei
25 April 2017 | 10:00
Ada 'Finding Nemo' di pledoi Ahok
22 April 2017 | 08:20
KPK masih usut korupsi BLBI