Hukum

KPK beberkan gratifikasi hadiah dari Raja Salman

3.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:48
16 MAR 2017
Dok. gratifikasi dari Raja Salman
Editor
Sumber
Rimanews

Rimanews - KPK membeberkan laporan penerimaan hadiah (gratifikasi) oleh sejumlah pejabat negara yang diperoleh dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud, mulai dari dua buah pedang berwarna keemasan, sebilah belati, jam tangan Rolex Sky-Dweller, jam meja Rolex-Desk Clock 8235, pulpen emas merek chopard, dan tasbih.

"Gratifikasi dilaporkan pada 7-15 Maret. Pertama dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada 7 Maret, dan terakhir kemarin," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono di gedung KPK Jakarta, seperti dikutip dari Antara hari ini.

Raja Salman bin Abdulaziz al Saud mengunjungi Indonesia pada 1 Maret 2017. Dia berada sekitar 12 hari di Jakarta dan Bali. Dalam kunjungannya, rombongan Raja Salman bertemu dengan sejumlah pejabat negara.

Menurut Giri, KPK mengapresiasi para pelapor penerima gratifikasi. "Hanya dengan integritas dan kejujuranlah mereka melaporkan gratifikasi," kata Giri.

Kata Giri, terkadang pemberian dari raja ini menjadi budaya dan memang tidak bisa ditolak. "Namun demikian kita punya UU Pemberantasan Tipikor yang mengatur hadiah yang diterima penyelenggara negara atau pegawai negeri apabila terkait dengan jabatan bisa dianggap suap. Jadi kami akan klarifikasi, menganalisa apakah hal tersebut," tambah Giri.

Ia pun menghimbau kepada semua pihak yang menerima barang serupa dan relatif mewah untuk melaporkan kepada KPK karena ada risiko pidana dalam penerimaan tersebut meski pemberi tidak memiliki niat apapun untuk pengaruhi keputusan penerima hadiah. "Dari sisi penerima, tidak dilaporkan selama 30 hari kerja, dianggap suap," tambah Giri.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
1 Mei 2017 | 10:55
KPK segera periksa Miryam
27 April 2017 | 18:20
Masinton terganggu sikap KPK
27 April 2017 | 14:29
Miryam jadi buronan KPK
25 April 2017 | 16:14
Ahok tebar canda tawa usai sidang
25 April 2017 | 14:28
Vonis Ahok dibacakan 9 Mei
25 April 2017 | 10:00
Ada 'Finding Nemo' di pledoi Ahok
22 April 2017 | 08:20
KPK masih usut korupsi BLBI