Hukum

Kisruh taksi online Surabaya, polisi akan pertemukan sopir dengan gubernur

2.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
22:20
18 MAR 2017
Gubernur Jawa Timur Soekarwo
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Antara

Rimanews - Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Surabaya Komisaris Besar Polisi Mohammad Iqbal menjadwalkan pertemuan antara perwakilan sopir angkutan kota (angkot) dan taksi konvensional dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo pada Senin (20/3) malam.

Sebelumnya, sopir transportasi umum konvensional mengancam menurunkan ribuan armadanya di jalanan Kota Surabaya untuk berdemonstrasi menolak keberadaan layanan transportasi berbasis "online" atau daring pada Senin lusa, .

"Kita terima surat pemberitahuan dari Serikat Pekerja Transportasi Indonesia Kota Surabaya sekitar seminggu yang lalu, mereka akan berdemonstrasi turun ke jalan pada hari Senin, 20 Maret, dengan mengerahkan 1.800-an armada," terang Iqbal di Surabaya, hari ini.

Tak cuma itu, dia menambahkan, menyusul pada dua hari yang lalu Polrestabes Surabaya juga menerima surat pemberitahuan dari Komunitas Angkutan Kota Surabaya, yang menginformasikan akan aksi serupa pada hari yang sama, dengan mengerahkan 2.000-an armada turun ke jalan.

"Sebagai instansi berwenang, kami berkomunikasi dengan kedua organisasi yang menaungi sopir transportasi umum konvensional ini. Kemarin kami sudah ketemu," ujarnya.

Iqbal memaparkan, inti pertemuan tersebut, mengimbau agar jangan sampai aksi para sopir tersebut menelantarkan masyarakat yang biasa menggunakan jasa angkutan mereka.

"Alhamdulillah, mereka sepakat dan bersedia membatalkan aksi turun ke jalan dengan mengerahkan ribuan armadanya," ucapnya.

Sebagai gantinya, Iqbal mengupayakan agar para sopir ini dapat menyampaikan aspirasinya dengan bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

"Saya sudah bertemu Gubernur Soekarwo. Beliau menyanggupi untuk bertemu dengan perwakilan sopir transportasi umum konvensional sebanyak 300 orang di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Senin lusa, bada Isya," ujarnya.

Serikat Pekerja Transportasi Indonesia Kota Surabaya maupun Komunitas Angkutan Kota Surabaya, menurut Iqbal, sudah menyanggupi untuk mewakilkan penyampaian aspirasinya kepada 300 orang saja.

"Selain itu, dari semula ada ribuan armada yang akan diturunkan ke jalan, kita sepakati pada Senin malam nanti mereka hanya membawa 50 armada saja," tuturnya.

Iqbal memastikan, sebanyak 300 perwakilan sopir transportasi umum konvensional ini akan masuk semuanya ke dalam Gedung Negara Grahadi untuk menyampaikan pendapatnya langsung di hadapan Gubernur Soekarwo.

"Dengan begitu masyarakat tidak dirugikan dan Kota Surabaya tetap kondusif," imbuhnya.

Terbaru
21 Juni 2017 | 22:32
Miryam disidangkan usai Lebaran
19 Juni 2017 | 19:27
KPK pertanyakan surat Pansus DPR
18 Juni 2017 | 10:36
KPK memanipulasi dukungan publik
16 Juni 2017 | 20:30
Masinton: KPK bohong
16 Juni 2017 | 16:13
Ratu Atut dituntut 8 tahun bui
Hukum