Hukum

Adik ipar Jokowi mengaku hanya kirim dokumen

1.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:39
20 MAR 2017
Adik ipar Jokowi, Arief Budi Sulistyo (Foto: Rimanews/Alfi)
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Adik ipar Presiden Joko Widodo, Arief Budi Sulistyo, mengaku hanya membantu mengirimkan dokumen pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia dan tidak menerima uang dari Ramapanicker Rajamohanan Nair.

"Saya hanya kirim dokumen, tidak pernah (terima uang)," katanya saat memberikan keterangan sebagai saksi kasus suap penghapusan pajak PT EK. Prima Ekspor Indonesia di Pengadilan Tipikor, Jakarta, hari ini.

Nama Arief disebut dalam dakwaan Rajamohanan, yang menjadi pesakitan kasus dugaan suap terhadap Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak, Handang Soekarno. Jaksa penuntut umum KPK menyebut Arif merupakan penghubung Rajamohanan dengan sejumlah pejabat di Ditjen Pajak yang disebut dekat dengan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Jakarta Khusus, Muhammad Haniv.

Arief tak menampik bahwa dia mengenal Rajamohanan sebagai pengusaha sejak tahun 2008 silam. Namun, dia mengaku baru mengetahui Rajamohanan sebagai Dirut PT EK Prima Ekspor Indonesia setelah dia menceritakan perusahaannya tengah terlilit masalah pajak.

"Jadi pada waktu itu saya pernah ketemu dengan Pak Mohan, dia cerita perusahaannya dihambat tentang Tax Amnesty," jelasnya.

Arief membantu Rajamohanan karena pernah memiliki pengalaman mengurus pengampunan pajak untuk perusahaannya setelah dibantu oleh Pemeriksa Pajak Pusat, Handang Soekarno.

"Setelah saya dikirim dokumen perusahaan Pak Mohan lewat Whatsapps, saya teruskan kirim dokumen perusahaan itu kepada Pak Handang tanpa saya baca isinya," ujarnya.

Terbaru
22 April 2017 | 08:20
KPK masih usut korupsi BLBI
21 April 2017 | 12:52
KPK kembali periksa Andi Narogong
21 April 2017 | 11:48
KPK periksa Farhat Abbas
21 April 2017 | 08:43
KPK tak akan buka BAP Miryam
20 April 2017 | 13:00
Ahok diteriaki "bunuh"
20 April 2017 | 11:43
Ahok dituntut 1 tahun bui
20 April 2017 | 09:30
Jaksa ditantang tuntut bebas Ahok
20 April 2017 | 09:29
Massa pro-kontra Ahok sepi
18 April 2017 | 19:19
Miryam S Haryani kembali mangkir
18 April 2017 | 18:32
Boy Rafli Amar jadi Kapolda Papua