Hukum

Bertemu Rajamohanan, ipar Jokowi ngaku bahas jambu mete

1.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:38
20 MAR 2017
Dok. Bos PT EKP Ramapanicker Rajamohanan Nair (Foto: Antara)
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Adik ipar Presiden Jokowi, Arif Budi Sulistyo, mengakui pernah  bertemu Country Director PT EK Prima Ekspor Indonesia (EKP) Ramapanicker Rajamohanan Nair di Solo, namun tidak membicarakan permasalahan pajak PT EKP.

"Kalau tidak salah awal bulan November. Pak Mohan pernah ketemu dengan saya, untuk (membahas) investasi Jambu Mete," katanya di ruang sidang Koesoemah Atmadja II, Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, hari ini.

Arif dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa suap penghapusan pajak PT EKP, Ramapanicker Rajamohanan Nair, karena Arief disebut sebagai penghubung antara Rajamahonan dengan Mantan Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegkan Hukum Ditjen Pajak Handang Soekarno, dalam dakwaan Rajamohanan. 

Rajamohanan meminta bantuan Arief terkait penyelesaian masalah pajak PT EKP dengan mengirimkan dokumen-dokumen tersebut melalui WhatsApp yang diteruskan oleh Arief kepada Handang. Dalam perkara ini, Rajamohanan didakwa menyuap Handang Soekarno sebesar US$ 148.500 (Rp 1,98 miliar) dari komitmen Rp 6 miliar.

Arif menjelaskan, pertemuan tersebut juga dilakukan tidak sendiri, namun ada beberapa orang yang mendampingi setelah dia menjemputnya dari bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. "Di situ ada Pak Rudi Priambodo Rusdiono dan staf perempuan (sekretaris Rajamohanan). Ketemu di salah satu rumah makan," ujarnya.

Jaksa sempat menanyakan kehadirakan pengusaha Rudi Priambodo yang di dalam dakwaan ikut menemaninya bertemua Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi. Menurut Ariif, dia yang mengajak Rudi ke Solo karena untuk urusan bisnis di Surabaya.

Jaksa juga menanyakan mengenai pembicaraan mengenai Kakanwil Pajak DKI Muhammad Haniv. "Seingat saya tidak pernah," jawab Arif.

Terbaru
22 April 2017 | 08:20
KPK masih usut korupsi BLBI
21 April 2017 | 12:52
KPK kembali periksa Andi Narogong
21 April 2017 | 11:48
KPK periksa Farhat Abbas
21 April 2017 | 08:43
KPK tak akan buka BAP Miryam
20 April 2017 | 13:00
Ahok diteriaki "bunuh"
20 April 2017 | 11:43
Ahok dituntut 1 tahun bui
20 April 2017 | 09:30
Jaksa ditantang tuntut bebas Ahok
20 April 2017 | 09:29
Massa pro-kontra Ahok sepi
18 April 2017 | 19:19
Miryam S Haryani kembali mangkir
18 April 2017 | 18:32
Boy Rafli Amar jadi Kapolda Papua