Hukum

Sejumlah artis dan politisi gunakan Handang untuk muluskan pajak

1.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
07:28
21 MAR 2017
Dok: Ilustrasi
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Sejumlah nama Politisi beken dan artis diduga pernah menggunakan jasa Kasubdit Bukti Permulaan Pajak Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak Kemenkeu, Handang Soekarno untuk mengelabui pembayaran pajak.

Munculnya nama-nama beken tersebut setelah Tim Jaksa memperlihatkan beberapa berkas nota dinas yang ditemukan penyidik KPK sewaktu menggeledah kediaman Handang Soekarno saat mencari barang bukti Suap Penghapusan Pajak PT EK. Prima Ekspor Indonesia yang menyeret Ipar Jokowi. "Ini di tas saudara. Bisa jelaskan terkait apa? Ada nodis (Nota Dinas). Disini atas pemeriksaan bukti permulaan Syahrini?," kata Jaksa KPK Asri Irawan bertanya pada Handang saat bersaksi untuk terdakwa Rajamohanan di Pengadilan Tipikor, kemarin. "Ini Syahrini yang artis," jawabnya.

Sementara itu terkait politisi beken tersebut, Jaksa menunjukan bukti sadapan komunikasi lewat WhatsApps antara Handang Soekarno dengan ajudan Dirjen Pajak Ken Dwijugiasheadi, Gondres Andreas pada bulan November.

"Ada komunikasi WA (WhatsApps) tanggal 07 november, di sini ada nama Eggy Sudjana, Fadli Zon, Fahri Hamzah, ini apa kaitannya pak kirim ke pak Handang?," tanya Tim Jaksa.

Handang mengaku tidak ingat bukti yang ditunjukan oleh Jaksa tersebut, "Saya tidak ingat itu," jawabnya.

Meski mengaku tidak ingat, namun Handang mengaku seluruh data wajib pajak yang diduga bermasalah di laporkan ke semua Kantor Wilayah Pajak (Kanwil) seluruh Indonesia. Kemudian data laporan tersebut setelah ditelaah dilaporkan ke Dirjen Pajak.

"Semua bukti permulaan dari kanwil masuk ke saya. Habis itu saya laporkan ke Dirjen," ujar Handang.

Sementara itu saat ditanya awak media, mengenai alat bukti tersebut, Jaksa mengaku akan mendalaminya, menurutnya KPK akan mendalami temuan bukti tersebut dari pengakuan Handang.

"Untuk kelanjutannya, untuk Pak handang di situ kami akan gali lebih jauh. Karena Pak Handang yang punya kapasitas, baik PT maupun individu. Tapi kalo Handang ini kan global kaitannya wajib pajak mau PT dan individu. Nanti kita liat fakta di sidang," ujarnya.

"Kita indikasikan selain PT EK P, ada wajib pajak lain yang mungkin kita asumsikan melakukan hal yang sama selain PT EK P (Prima Ekspor Indonesia)," kata Jaksa.

Saat ditanya apakah akan mendalami penemuan bukti tersebut dan memanggil nama-nama yang bersangkutan.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
23 Maret 2017 | 04:11
Ngaku polisi, pria diciduk polisi
21 Maret 2017 | 18:57
Saksi ahli Ahok kritik fatwa MUI
21 Maret 2017 | 17:17
Syahrini wajib pajak terperiksa
21 Maret 2017 | 14:36
Saksi Ahok bantah mewakili PBNU