Hukum

Alasan Sandiaga tak penuhi panggilan polisi

1.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
08:14
21 MAR 2017
Dok: Sandiaga Uno usai diperiksa penyidik Polsek Tanah Abang. Foto: Antara
Reporter
Muhammad Adam Isnan
Sumber
Rimanews

Rimanews - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dipastikan tidak menghadiri panggilan Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan dalam dugaan tindak pidana penggelapan lantaran dirinya memiliki kewajiban untuk memberikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK.

"Bang Sandiaga seyogyanya mau hadir untuk memberikan klarifikasi, namun karena berbenturan dengan kewajiban untuk menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) maka tidak bisa datang. Bang Sandi kapanpun akan datang apabila ada jadwal ulang dari kepolisian," kata wakil ketua tim advokasi dan hukum Anies-Sandi, Yupen Hadi di Posko Pemenangan Anies-Sandi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, semalam.

Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya memanggil Sandiaga atas kasus dugaan tindak pidana penggelapan aset dalam proses penjualan tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten, tahun 2012 silam.

Sandiaga dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh RR Fransiska Kumalawati Susilo selaku kuasa hukum Djoni Hidayat dengan nomor LP/1151/III/2017/PMJ/Ditreskrimum tanggal 8 Maret 2017. 

Kasus ini telah ditindaklanjuti dengan keluarnya surat perintah penyelidikan Nomor SP.Lidik/808/III/2017/Ditreskrimum tanggal 9 Maret 2017. Sandiaga dilaporkan atas kasus penggelepan sesuai pasal 372 KUHP. Selain Sandiaga, dalam laporan itu Andreas Tjahjadi juga sebagai terlapor. 

Menurut Yupen, Sandi adalah warga negara yang baik. Hal tersebut terlihat saat menghadiri undangan di Polsek Tanah Abang. 

"Bang Sandi bahkan tiba tepat waktu. Sehingga ketidakhadiran Sandi bukanlah dengan sengaja," sambung Yupen.

Menurutnya, polisi sangat cepat dalam menangani laporan. Pelapor Djoni Hidayat melapor pada 8 Maret. Sehari setelahnya, keluar surat perintah penyelidikan. Serta seminggu kemudian sudah ada surat undangan untuk klarifikasi.

"Kami salut dan ini luar biasa. Apabila seperti ini, tidak ada lagi tunggakan perkara. Tapi kami tetap beranggapan baik," imbuhnya.

Terbaru
22 April 2017 | 08:20
KPK masih usut korupsi BLBI
21 April 2017 | 12:52
KPK kembali periksa Andi Narogong
21 April 2017 | 11:48
KPK periksa Farhat Abbas
21 April 2017 | 08:43
KPK tak akan buka BAP Miryam
20 April 2017 | 13:00
Ahok diteriaki "bunuh"
20 April 2017 | 11:43
Ahok dituntut 1 tahun bui
20 April 2017 | 09:30
Jaksa ditantang tuntut bebas Ahok
20 April 2017 | 09:29
Massa pro-kontra Ahok sepi
18 April 2017 | 19:19
Miryam S Haryani kembali mangkir
18 April 2017 | 18:32
Boy Rafli Amar jadi Kapolda Papua