Hukum

Kasus korupsi e-KTP, Miryam sampai muntah-muntah diperiksa penyidik KPK

5.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
06:32
24 MAR 2017
Dok. Mantan anggota Komisi II DPR-RI, Miryam S. Haryani
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Mantan anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Hanura, Miryam S.Haryani mengaku sampai-sampai muntah-muntah saat diperiksa oleh penyidik KPK akhir tahun lalu, dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.

"Saya sampai muntah-muntah. Nangis di kamar mandi. Terus terang saya tertekan sekali," kata Miryam, saat memberikan kesaksian di persidangan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, kemarin.

Miryam merupakan anggota Komisi II DPR periode 2009-2014. Namanya disebut dalam surat dakwaan eks dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Irman.

Disebutkan dalam dakwaan, Irman dimintai uang oleh Miryam sebesar Rp 5 miliar untuk kepentingan operasional Komisi II. Permintaan itu dilakukan pada Agustus 2012. 

Mendengar kesaksian Miryam, hakim memintanya untuk bersaksi jujur dan tidak mengarang cerita, tapi Miryam bergeming.

“Tidak Pak, saya tidak mengarang. Memang begitu faktanya," jawab Miryam sambil menangis. 

Seorang hakim yang lain kemudian berkomentar: "Mungkin waktu sekolah dulu, kalau lomba mengarang saksi dapat 10 ya. Ibu ini anggota dewan, berikanlah kebenaran. Rakyat menunggu kebenaran kasus ini Bu.”

Di bagian lain kesaksiannya, Miryam menyatakan mencabut keterangannya sewaktu di-BAP oleh penyidik KPK dia diancam oleh penyidik. Menurutnya, jawaban di BAP hanya untuk menyenangkan penyidik.

“Saya jawab asal-asalan. Jadi tidak pernah saya dapat uang. Karena saya saat itu memang ditekan. Ditambah lagi Pak Novel waktu menyidik, sedang makan duren. Baunya bikin mual-mual Pak," katanya.

Mendengar jawaban Miryam, Ketua Majelis hakim, Jhon Halasan Butar-Butar mencoba menenangkan Miryam. "Di sini tidak tertekan kan? Kami ingin peradilan yang beradab dan humanis. Tenangkan dulu pikiran saudara saksi?" Katanya.

"Tidak tertekan di sini Pak," jawab Miryam.

 

KATA KUNCI : , , , , , , ,
Terbaru
21 Juni 2017 | 22:32
Miryam disidangkan usai Lebaran
19 Juni 2017 | 19:27
KPK pertanyakan surat Pansus DPR
18 Juni 2017 | 10:36
KPK memanipulasi dukungan publik
16 Juni 2017 | 20:30
Masinton: KPK bohong
16 Juni 2017 | 16:13
Ratu Atut dituntut 8 tahun bui
Hukum