Hukum

Komisi III nilai pengakuan Miryam ditekan tak berdasar

1.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
12:59
30 MAR 2017
Dok: Politisi Hanura Miryam S Haryani
Reporter
Zul Sikumbang
Sumber
Rimanews

Rimanews - Anggota Komisi III DPR RI, Taufiqulhadi mengatakan, pengakuan Miryam S Haryani kepada penyidik KPK bahwa dirinya diintervensi oleh sejumlah anggota Komisi III DPR RI dalam kasus e-KTP tidak tepat.

"Kalau saya lihat, itu adalah sebuah pernyataan atau pengakuan kepada penyidik dan menurut saya tidak relevan. Kenapa?  Karena teman-teman yang disebutkan Miryam adalah teman yang bukan concern terhadap persoalan e-KTP. Itu concern Komisi II, tidak mungkin mereka (anggota komisi III) kemudian bersikap melampaui teman-teman Komisi II sendiri. Jadi saya anggap pengakuan itu tidak tepat," kata Taufiqulhadi di Gedung DPR RI, Jakarta, hari ini.

Miryam S Haryani dalam sidang terdakwa kasus korupsi e-KTP disebut sebagai perantara bagi-bagi uang pada anggota DPR Komisi II pada tahun 2012. Dalam kesaksiannya di sidang mantan pejabat Kemendagri Irman, Miryam mengaku ditekan saat diperiksa penyidik KPK, dan berujung pencabutan keterangan BAP.

Namun belakangan, penyidik KPK menyebut ejumlah nama anggota Komisi III DPR RI mengintervensi Miryam S Haryani sehingga mencabut BAP.

Adapun nama-nama anggota Komisi III DPR RI yang mengintervensi tersebut adalah Bambang Soesatyo, Aziz Syamsuddin, Desmon J Mahesa, Masinton Pasaribu, Ahmad Yani.

"Pengakuan Miryam tersebut, tak lepas dari psikologis Miryam yang mungkin under pressure, bisa saja terjadi insinuasi, ia menganggap sejumlah orang, ketemu dia, lalu dianggap sebagai bentuk tekanan," tambah Taufiqulhadi .

Ia berharap pada orang yang disebut Miryam menyikapi saja apakah dalam konteks dan bisa dibicarakan dengan pimpinan DPR.

"Saya menyarankan kalau memang terganggu untuk sampaikan ke publik, kalau mengadu ke polisi, toh orang tersebut (Miryam ) sedang diperiksa di KPK. Dan jelaskan ke publik bahwa itu tidak benar, saya meyakini bahwa itu tidak benar," pungkas Taufiqulhadi

Terbaru
27 April 2017 | 18:20
Masinton terganggu sikap KPK
27 April 2017 | 14:29
Miryam jadi buronan KPK
25 April 2017 | 16:14
Ahok tebar canda tawa usai sidang
25 April 2017 | 14:28
Vonis Ahok dibacakan 9 Mei
25 April 2017 | 10:00
Ada 'Finding Nemo' di pledoi Ahok
22 April 2017 | 08:20
KPK masih usut korupsi BLBI
21 April 2017 | 12:52
KPK kembali periksa Andi Narogong
Hukum