Hukum

Miryam: saya dibikin mabuk, Pak Novel habis makan durian

2.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
13:08
30 MAR 2017
Penyidik KPK Novel Baswedan (Foto: Antara)
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Politisi Hanura, Miryam S Haryani, tetap menolak isi Berita Acara Pemeriksaan karena merasa tertekan saat menjalani pemeriksaan, bahkan dibuat "mabuk" oleh penyidik KPK, Novel Baswedan.

"Saya dibikin mabuk. Pak Novel habis makan duren kayaknya. Diperiksa di ruangan 2 kali 2 (meter) kan baunya menyengat Pak. Saya sampai lari ke lorong karena mual. Saya pusing muntah-muntah di lorong," katanya saat memberikan keterangan di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta, hari ini. "Saya tetap bertahan (di tekan penyidik). Kan yang merasa ditekan saya Pak," sambungnya.

Pada persidangan pekan lalu, Miryam mencabut BAP karena merasa diintimidasi penyidik saat menjalani pemeriksaan di KPK. Dia juga mengaku memberikan keterangan tidak seusai fakta lantaran merasa ditekan secara psikologis. Karena pengakuan itu, tiga penyidik senior KPK, yakni Novel Baswedan, Ambarita Damanik dan Muhammad Irwan Susanto dihadirkan di sidang hari ini untuk mengkonfrontir keterangan Miryam. 

Miryam menceritakan, saat pemeriksaan pertama pada 1 Desember dia mengaku sedang kurang tidur saat memenuhi panggilan penyidik KPK. "Saya juga pas sedang datang bulan, diperiksa di ruangan 2 X 2 yang mulia. Belum apa-apa, penyidik langsung ngomong tahun 2010 saya seharusnya sudah ditangkap. Saya langsung drop habis dan tertekan, kepala saya pusing dan stres," ujarnya. 

Pada pemeriksaan kedua, Miryam mengaku saat itu juga masih dalam kondisi datang bulan. Saat pemeriksaan, dia selali ditinggal-tinggal oleh penyidik tanpa alasan yang jelas. 

"Pemeriksaan ketiga saya menyampaikan permohonan ke penyidik jangan terlalu lama, karena saat itu ibu saya sedang sakit dan saya sedang rapat, jadi pikiran saya pecah yang mulia," tambahnya.

Sementara itu, penyidik KPK, Novel Baswedan membantah semua kesaksian Miryam.

"Saksi bohong, saya pastikan itu tidak benar, artinya saksi saat diperiksa dalam keadaan nyaman dan pada saat selesai pemeriksaan saya kasihkan BAP untuk dikoreksi sebelum dia tanda tangani," bantahnya.

Novel juga membantah keterangan Miryam bahwa ibunya sedang sakit dan ada rapat, pada pemeriksaan ketiga. 

"Yang bersangkutan telah selesai saya periksa. Kemudian saya berikan BAP-nya. Saya kembali ke meja kerja. Di sana saya makan roti rasa durian. Enggak mungkinlah saya bawa durian ke KPK," tambahnya.

Terkait muntah-muntah dilorong, Novel memastikan Maryam tidak pernah muntah-muntah. Sebab, jika saksi yang sedang diperiksa muntah akan dipanggilkan dokter untuk menanganinya. "Iya memang mungkin dia (Maryam) terganggu, tapi kalau muntah-muntah tidak benar itu," jelasnya.

Terbaru
27 April 2017 | 18:20
Masinton terganggu sikap KPK
27 April 2017 | 14:29
Miryam jadi buronan KPK
25 April 2017 | 16:14
Ahok tebar canda tawa usai sidang
25 April 2017 | 14:28
Vonis Ahok dibacakan 9 Mei
25 April 2017 | 10:00
Ada 'Finding Nemo' di pledoi Ahok
22 April 2017 | 08:20
KPK masih usut korupsi BLBI
21 April 2017 | 12:52
KPK kembali periksa Andi Narogong