Hukum

Hakim sarankan damai, menantu tetap menggugat Rokayah

2.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:01
30 MAR 2017
Dok. Sidang Rokayah di Pengadilan Garut
Reporter
Dede Suryana
Sumber
Rimanews

Rimanews - Menantu Siti Rokayah, Handoyo, berkeras melanjutkan proses hukum perdata dalam gugatan Rp 1,8 milar yang dilayangkan kepada ibu mertuanya, meski majelis Pengadilan Negeri Garut menyarankan agar sengketa itu diselesaikan secara kekeluargaan.

"Nanti kita coba. Kan diminta untuk damai nanti dibicarakan," jelas Handoyo usai persidangan, di Pengadilan Negeri Garut, Kamis (30/3/2017).

Siti Rokayah digugat anak kandungnya Yani Suryani dan menantunya Handoyo Adianto senilai Rp 1,8 miliar karena utang piutang. Kasus perdata itu bermula dari masalah utang piutang yang terdiri dari kerugian materil kurang lebih Rp 640 juta dan immateril Rp 1,2 miliar. 

Gugatan itu berawal dari ketika kakak Yani, Asep Ruhendi mengalami kredit macet di Bank BRI Cabang Garut, yang jatuh tempo pada 31 Januari 2001. Nilainya kurang lebih Rp 40 juta rupiah. Handoyo kemudian membantu melunasi utang itu, asalkan sertifikat tanah atas nama mertuanya dibalik nama atas namanya. Gara-gara utang Rp 21 juta itu, Yani dan Handoyo menggugat ibunya.

Handoyo kepada majelis hakim sempat menunjukan Surat Kasih Sayang dengan nomor register perkara 1/pdt.G/2017/PN GRT, yang menyatakan bahwa tujuan gugatan terhadap mertuanya yang penting terpenuhi secara hukum.

Saat ditanya perihal tergugat yang akan membayar hutangnnya, Handoyo hanya melempar senyum. 

"Ya kita terima dengan baik. Kan ada tahapannya, mediasi itu enggak ada masalah. Kan pada prinsipnya tujuan gugatan tercapai dan ada kerugian yang dibayarkan. Itu saja," terangnya.

Terkait tergugat akan membayar senilai Rp 900 juta, Handoyo hanya menyatakan, "Sekarang gini kalian dikasih uang Rp 900 juta, gmana mau engga?" tanya Handoyo  sambil berlalu.

Terbaru
27 Juni 2017 | 19:03
Rizieq ngumpet di Yaman
21 Juni 2017 | 22:32
Miryam disidangkan usai Lebaran
19 Juni 2017 | 19:27
KPK pertanyakan surat Pansus DPR
18 Juni 2017 | 10:36
KPK memanipulasi dukungan publik
16 Juni 2017 | 20:30
Masinton: KPK bohong
16 Juni 2017 | 16:13
Ratu Atut dituntut 8 tahun bui
Hukum