Hukum

Pengacara minta jaksa bebaskan Ahok

5.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:50
12 APR 2017
Dok. Pengacara Ahok Humphrey R. Djmeat (Foto: Antara)
Reporter
Oki
Sumber
Rimanews

Rimanews - Tim pengacara Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meminta jaksa penuntut umum untuk tidak tak ragu menuntut bebas kliennya dengan alasan sulit membuktikan Ahok telah melakukan penghinaan terhadap agama Islam dan ulama.

"(Kasus) ini sebenarnya bukan hitam putih lagi atau abu-abu. Ini bukan asal-asalah, dan asbun (asal bunyi), ini semua fakta persidangan. Kami karena itu memberikan penilaian agar jaksa menuntut bebas Pak Basuki," ujar anggota tim pengacara Ahok, Humprhey R. Djemat, dalam konferensi pers di Pos Pemenangan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, hari ini.

Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. JPU mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.

Humprhey mengatakan, pasal tersebut secara umum memenuhi beberapa unsur soal subjek dan objek. Namun, dalam aspek hukum perlu ada pembuktian soal niat yang dilakukan Ahok sebagai terdakwa. "Nah unsur niat kesengajaan ini yang menurut hemat saya tidak bisa dibuktikan jaksa. Kalau ngomong saja betul, tapi apakah punya niat? belum tentu," terangnya.

Apalagi, menurut dia, banyak kecacatan saksi maupun ahli yang dihadirkan ke tengah sidang oleh jaksa. Dia mencontohkan bagaimana saksi fakta yang dihadirkan tapi tak melihat langsung bagaimana pidato Ahok di Kepulauan Seribu, serta ahli agama dari MUI yang tentu saja mengandung konflik kepentingan sebagai pembuat fatwa lalu menilai sendiri produk tersebut ditengah persidangan, serta masih banyak lagi fakta lain yang dinilainya sangat tampak direkayasa.

"Karena itu kita tarik kesimpulan bahwa ini hanya politik," tegasnya.

Selain itu, menurut Humprhey, tuntutan bebas jaksa terhadap terdakwa bukan barang baru dalam hukum di Indonesia. Bahkan, bekas Jaksa Agung Basrief Arief juga pernah menuntut bebas terdakwa.

"Dia juga bilang pada saya, menganjurkan agar jaksa-jaksa ini melakukan bebas 'karena saya juga pernah melakukan hal tersebut'. Ini hal biasa saja sebenarnya, jadi tidak usah ada gengsi dan merasa kalah dalam persidangan," terang Humprhey.

"Karena itu kami tak akan segan untuk mengatakan kepada jaksa untuk mengedepankan asas keadilan," katanya lagi.

Terbaru
27 Juni 2017 | 19:03
Rizieq ngumpet di Yaman
21 Juni 2017 | 22:32
Miryam disidangkan usai Lebaran
19 Juni 2017 | 19:27
KPK pertanyakan surat Pansus DPR
18 Juni 2017 | 10:36
KPK memanipulasi dukungan publik
16 Juni 2017 | 20:30
Masinton: KPK bohong
16 Juni 2017 | 16:13
Ratu Atut dituntut 8 tahun bui
Hukum