Hukum

Staf BPPT akui sering rapat di ruko Andi Narogong

4.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:15
13 APR 2017
Andi Narogong
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Staf pusat teknologi informasi dan kominikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Tri Sampurno mengaku sering melakukan rapat dengan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong dan Konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) di rukonya dikawasan Fatmawati.

Menurutnya, pertemuan tersebut terjadi sebelum dirinya ditunjuk sebagai salah satu tim teknis pengadaan e-KTP di Kemendagri.

"Pertemuannya ya untuk berdiskusi terkait e-KTP. Sekitar lima kalian tahun 2010," katanya saat bersaksi untuk terdakwa suap korupsi e-KTP, Irman dan Soegiharto, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jakarta Pusat, hari ini.

Saat itu, ia juga sempat berpikir dan menyadari ada sesuatu yang janggal dalam pertemuan tersebut. Sebab, pertemuan itu dilakukan di sebuah ruko milik Andi Narogong.

"Setelah seringnya pertemuan itu saya berfikir bahwa berdiskusi di ruko tersebut tidak selayaknya. Saya menilai diskusi ini tidak sehat ke depannya," tambahnya.

Namun, selebihnya Tri mengaku tak tahu terkait pembahasan anggaran e-KTP yang akhirnya merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun.

"Kalau tim teknis tidak menghitung jumlah pengeluaran anggaran dari proses pengadaan e-KTP," tambahnya.

Dalam kesaksiannya, ia juga mengaku beberapa kali diberikan uang sebagai pengganti uang transport. "Kadang Rp 300 ribu, kadang juga nggak dapat. Tidak rutin setiap bulan dapat Rp 2 juta," katanya.

Dalam perkara ini, dua mantan pejabat Ditjen Dukcapil Kemendagri Irman dan Sugiharto sudah didakwa melakukan korupsi secara bersama-sama. Perkara ini juga menyeret beberapa nama besar di Kemendagri dan DPR RI.

Terbaru
21 Juni 2017 | 22:32
Miryam disidangkan usai Lebaran
19 Juni 2017 | 19:27
KPK pertanyakan surat Pansus DPR
18 Juni 2017 | 10:36
KPK memanipulasi dukungan publik
16 Juni 2017 | 20:30
Masinton: KPK bohong
16 Juni 2017 | 16:13
Ratu Atut dituntut 8 tahun bui
Hukum