Hukum

Husni Fahmi terima file jadi sebelum ditunjuk ketua tim Proyek e-KTP

6.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
18:20
17 APR 2017
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Ketua Tim Teknis Proyek e-KTP, Husni Fahmi terungkap tidak menjalankan tugas sebagaimana mustinya, padahal dirinya diangkat menjadi ketua tim teknis pada 8 Februari dan dilantik pada 9 Februari 2011 berdasarkan SK dari Kemendagri.

Menurutnya, dalam tugas membantu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk proyek e-KTP, semua teknisnya sudah diterima dari anak buahnya yakni Tri Sampurno dalam bentuk file sebelum ia dilantik sebagai ketua tim teknis, seperti penentuan spek dan harga perkiraan sendiri (HPS).

"Saya terima file dari Tri Sampurno pada 20 Januari 2011," ujar Husni saat bersaksi dalam sidang suap e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, hari ini.

Mendengar jawaban itu, lalu jaksa KPK pun mencecar mengenai penerimaan file proyek e-KTP. 

"Loh, Anda ‘kan dilantik menjadi ketua tim teknis pada Februari 2011, kok ini sudah terima file pada Januari, itu bagaimana," tanya Jaksa Absul Basir.

Mendapat pertanyaan itu, Husni yang duduk di kursi saksi terlihat gugup menjawab. Dia menjawab dengan nada sedikit begetar sembari membuka file yang dibawanya.

"(File) Kami rangkum dari Permendagri. Kami ambil sebagaimana aslinya, karena saya mendapat pesan dari Pak Tri Sampurno kalau mau ada perubahan harus izin dari Subdit SIAK Pak Garmaya," ujar dia.

Dengan demikian, keganjilan pengadaan e-KTP memang terjadi sejak awal. Bahkan, sebelum proyek ini dilakukan.

Keganjilan lainnya ialah ada 46 perusahaan di bulan April 2010 mendatangi kantornya. Salah satunya adalah Direktur PNRI Isnu Edi. Mereka datang untuk membicarakan proyek e-KTP. Padahal, di tahun itu, anggaran proyek saja belum dibahas. 

"Kok bisa jauh sebelum ada anggaran dibahas kok Pak Isnu datang ke kantor bapak?" ujar Basir bertanya.

Husni pun berkelit bahwa kedatangan dari 48 perusahaan itu adalah rekomendasi pihak Kemendagri. "Mereka datang ke kami karena dirujuk dari pihak Kemendagri," ujar Husni.

Sebagai informasi dalam dakwaan terhadap Irman dan Sugiharto, Husni Fahmi disebut menerima uang sejumlah USD 150 ribu, dan Rp 30 juta. 

KATA KUNCI : , ,
Terbaru
21 Juni 2017 | 22:32
Miryam disidangkan usai Lebaran
19 Juni 2017 | 19:27
KPK pertanyakan surat Pansus DPR
18 Juni 2017 | 10:36
KPK memanipulasi dukungan publik
16 Juni 2017 | 20:30
Masinton: KPK bohong
16 Juni 2017 | 16:13
Ratu Atut dituntut 8 tahun bui
Hukum