Hukum

Ketua tim teknis e-KTP akui pernah rapat di rumah kakak Andi Narogong

6.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:30
17 APR 2017
Terdakwa skandal e-KTP, Andi Narogong
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews – Ketua Tim Teknis Proyek e-KTP, Husni Fahmi mengakui pernah mengikuti pertemuan dengan beberapa pihak konsorsium di rumah kakak Andi Agustinus alias Andi Narogong, Dedi Priyono di Kemang Pratama, Bekasi Jawa Barat.

Menurutnya, pertemuan tersebut dilakukan sebelum proses lelang dengan dihadiri oleh Ketua Tim Lelang Drajat Wisnu Setyawan, Perwakilan dari konsorsium Perum PNRI, konsorsium Astragraphia dan konsorsium Murakabi. 

Husni menceritakan dirinya saat berangkat ke rumah Kakak Andi Narogong tersebut tidak sendirian, melainkan didampingi anak buahnya Tri Sampurno. Selain itu, ia juga mengaku sudah ditunggu oleh Drajat Wisnu Setyawan.

"Saya diperintah Pak Sugiharto untuk mendampingi Pak Drajat ke Bekasi, dan saya membawa tim teknis, Pak Tri Sampurno. Pas sampai (ditujuan), di situ sudah ada Pak Drajat. Saya langsung ditemui dengan tuan rumah, Pak Dedi (Dedi Priyono). Beliau (Drajat dan Dedi) akan memeriksa kesiapan dokumen lelang," ujarnya di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, hari ini.

Dalam pertemuan tersebut, Husni mengaku menjelaskan kembali tentang Kerangka Acuan Kerja (KAK) proyek e-KTP. Penjelasan tersebut dilakukan di hadapan Drajat, Dedi dan perwakilan dari tiga konsorsium tersebut.

Mendengar penjelasan Husni Fahmi, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdul Basyir langsung mencecar Husni Fahmi. Jaksa Basyir curiga pertemuan tersebut bagian dari proses pemenangan lelang untuk tim Perum PNRI (Percetakan Negara Republik Indonesia).

"Kan mereka berdua (konsorsium Perum PNRI dan Murakabi) bersaing, kok akur di suatu tempat, dan dapat penjelasan saudara. Apakah untuk memenangkan konsorsium ini?" tanya Jaksa Basyir.

"Bisa saja begitu," jawabnya singkat.

Menurutnya, saat itu ia tidak mengetahui secara mendetail perihal tujuan dari pertemuan tersebut. Dia mengaku hadir memberikan penjelasan karena diperintahkan oleh terdakwa Sugiharto untuk menemani Drajat Wisnu Setyawan.

Pada persidangan sebelumnya, Asisten Chief Engineer Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Meidy Layooari mengatakan dalam lelang proyek e-KTP itu Tiga Pemenang konsorsium lelang proyek e-KTP sebenarnya tidak memenuhi syarat menjadi pemenang karena dari hasil pengujian tim teknis, tiga konsorsium tersebut tidak dapat mengintegrasikan key management server (KMS) dengan hardware security module (HMS).

Terbaru
22 Mei 2017 | 12:42
KPK periksa sekjen DPR
19 Mei 2017 | 16:49
Miryam kembali diperiksa KPK