Hukum

Potensi gagal proyek e-KTP diketahui direktur LKPP sejak awal

6.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
20:40
17 APR 2017
Dok. Warga menunjukkan e-KTP.
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Potensi kegagalan proyek e-KTP sangat besar dan sudah bisa ditebak sejak awal, kata Direktur Penanganan Permasalahan Hukum Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Setya Budi Arijanta saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan korupsi e-KTP.

Menurut dia, itu karena proses pengerjaan proyek pengadaan e-KTP dilakukan dengan sistem paket, bukan terpisah.

"Peluang gagalnya sangat besar?" tanya tim jaksa KPK di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, hari ini.

"Ya, karena waktunya sangat pendek. Pekerjaan sebesar itu, nilainya sebesar itu, kita analisis itu akan berpeluang terjadi kegagalan," jawab Setya.

Setya mengatakan, pernah didatangi pihak Kementerian Dalam Negeri dan  salah satu terdakwa korupsi e-KTP, Sugiharto, pada 16 Februari 2011, yang meminta pencermatan dari LKPP. Hasil pencermatan LKPP, yang dikirim pada 23 Februari 2011, merekomendasikan agar sembilan paket pengerjaan e-KTP harus dipisah, demi menjamin kompetisi.

Namun, karena terlanjur dikerjakan dengan sistem pemaketan, maka LKPP menyarankan untuk dilakukan perbaikan tata cara pemaketan.

"Kami berpendapat, untuk mencegah terjadinya kegagalan, harus dilakukan perbaikan tata cara pemaketan dan dokumen lelang," katanya.

KATA KUNCI : , , , , ,
Terbaru
22 Mei 2017 | 12:42
KPK periksa sekjen DPR
19 Mei 2017 | 16:49
Miryam kembali diperiksa KPK