Hukum

KPK periksa manajer PT Rohde And Schwarz Indonesia terkait suap Bakamla

6.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
12:15
18 APR 2017
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tiga orang sebagai saksi untuk tersangka Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla, Nofel Hasan terkait dugaan suap proyek pengadaan satelit monitor di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

"Mereka akan di periksa sebagai saksi untuk tersangka NH (Nofel Hasan)," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, hari ini.

Ketiga orang tersebut yakni managing Director PT Rohde and Schwarz Indonesia, Erwin S Arief, Achad Halim alias Koh Acad, (swasta)‎, Bram Louis Alexander N (swasta).

Sebagai informasi dalam kasus ini, Nofel Hasan telah ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (12/4/2017) lalu. Penetapan ini merupakan pengembangan kasus yang sama dimana KPK telah menjerat empat tersangka sebelumnya termasuk suami artis Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah yang kini disidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Diungkapkaan Febri,‎ Nofel yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) diduga bersama-sama dengan Deputi Informasi, Hukum dan Kerja Sama Eko Susilo Hadi yang juga Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) menerima hadiah atau janji dari Dirut PT Merial Esa, Fahmi Dharmawansyah terkait pengadaan satelit monitor di Bakamla. 

"NH diduga menerima USD 104.500 dari nilai kontrak sebesar Rp 220 miliar. Pemberian hadiah itu untuk menggerakan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya terkait proses pengadaan satelit monitor di Bakamla," terangnya.

Atas perbuatannya, Nofel disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Terbaru
25 April 2017 | 16:14
Ahok tebar canda tawa usai sidang
25 April 2017 | 14:28
Vonis Ahok dibacakan 9 Mei
25 April 2017 | 10:00
Ada 'Finding Nemo' di pledoi Ahok
22 April 2017 | 08:20
KPK masih usut korupsi BLBI
21 April 2017 | 12:52
KPK kembali periksa Andi Narogong
21 April 2017 | 11:48
KPK periksa Farhat Abbas
21 April 2017 | 08:43
KPK tak akan buka BAP Miryam