Hukum

KPK periksa mantan Dirjen Kemendagri terkait kasus korupsi e-KTP

7.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
18:17
18 APR 2017
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri RI yang sudah berstatus terdakwa pada suap proyek e-KTP, Irman.

Selain Irman, Penyidik KPK juga akan memeriksa Kepala Bagian Dukungan Komersial pada Divisi Keuangan dan Akuntansi PT Sucofindo, R Pratomo Siddi Supali guna diminta keterangannya sebagai saksi untuk tersangka Andi Agustinus Alias Andi Narogong.

"Keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AA (Andi Agustinus Alias Andi Narogong)," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, hari ini.

Menurutnya kedua saksi ini akan dicecar terkait proses penganggaran hingga pengadaan proyek e-KTP yang telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,3 Triliun.

Sebelumnya pada Senin (17/4/2017)‎ penyidik telah memeriksa tersangka Andi Narogong guna mendalami perannya dalam Proyek e-KTP mulai dari awal perencanaan, hingga relasi atau kaitan Andi Narogong dengan sejumlah pihak.

Atas pemeriksaan itu, Andi Narogong sama sekali tidak berkomentar pada awak media. Dia memilih bungkam dan masuk ke mobil tahanan yang membawanya ke rutan KPK.

Seperti diketahui, dalam kasus korupsi e-KTP KPK telah menetapkan empat orang tersangka. Dua tersangka sudah disidang yakni Irman dan Sugiharto. 

Sementara dua lainnya masuk penyidikan baru di KPK yakni Andi Agustinus alias Andi Narogong dan Miryam S Haryani.

‎Atas perbuatannya, Andi Narogong disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 64 KUHP.  

KPK sendiri telah menyita sejumlah uang US$ 200 ribu dari tangan Andi Narogong. Selain itu, KPK juga berhasil menyita sejumlah dokumen terkait serta beberapa aset milik pengusaha yang diduga sebagai pengatur proyek e-KTP berupa dua unit mobil bermerk Velfire dan Range Rover.

Terbaru
22 Mei 2017 | 12:42
KPK periksa sekjen DPR
19 Mei 2017 | 16:49
Miryam kembali diperiksa KPK