Hukum

Jaksa ditantang tuntut bebas Ahok

11.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
09:30
20 APR 2017
Reporter
Oki
Sumber
Rimanews

Rimanews - Tim pengacara Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menantang agar jaksa penuntut umum (JPU) tak segan menuntut bebas kliennya pada sidang lanjutan perkara penistaan agama, hari ini.

"Kami ingin menguji keberanian penuntut umum untuk menuntut bebas (Ahok)," ujar anggota tim pengacara, Teguh Samudra saat ditemui di Auditorium Kementerian Pertanian.

Sepanjang persidangan dengan agenda pembuktian, tim pengacara menilai bahwa Ahok tidak terbukti secara sengaja menghina Kitab Suci dalam pidatonya di Kepulauan Seribu pada September seperti dakwaan pasal 156 a yang dijatuhkan jaksa.

Tidak terbuktinya unsur kesengajaan itu juga, kata Teguh, diperkuat dengan keterangan beberapa ahli yang dihadirkan ke tengah persidangan.

"Didasarkan pada beberapa keterangan ahli pidana, bahasa, dan agama, juga keterangan psikologi sosial, tidak ada dalam pidato kesengajaan untuk menodai agama," katanya.

Dalam perkara ini, Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. JPU mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.

Teguh mengatakan, jika dalam tuntutannya hari ini jaksa berkeras mendakwa dengan pelanggaran Pasal 156 a KUHP buat Ahok, tim akan mengerahkan kekuatan maksimal dalam pembacaan pledoi yang akan digelar pekan depan.

"Jika yang dituntut atas dasar dakwaan kedua, 156, itu lebih mudah lagi. Tidak pernah Pak Basuki melakukan permusuhan atau kebencian terhadap golongan rakyat indonesia," terang Teguh.

"Kami akan argumentasi yuridis materil dalam pleidoi yang akan datang. Bahasanya akan sangat awam. Nanti ada teori-teori hukumnya yang akan kami kemukakan," katanya.

Terbaru
21 Juni 2017 | 22:32
Miryam disidangkan usai Lebaran
19 Juni 2017 | 19:27
KPK pertanyakan surat Pansus DPR
18 Juni 2017 | 10:36
KPK memanipulasi dukungan publik
16 Juni 2017 | 20:30
Masinton: KPK bohong
16 Juni 2017 | 16:13
Ratu Atut dituntut 8 tahun bui
Hukum