Hukum

Ahok diteriaki "bunuh"

15.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
13:00
20 APR 2017
Editor
Dhuha Hardiansyah
Sumber
Rimanews

Rimanews - Suasana ruang sidang kasus penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian mendadak gaduh dengan teriakan seorang wanita yang meminta polisi menangkap seseorang dari kerumunan massa GNPF MUI yang berkata "bunuh saja" setelah jaksa membacakan tuntutan buat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai terdakwa.

"Kenapa dia bilang bunuh-bunuh, dia provokator itu Pak, tangkap tolong tangkap," ujar wanita yang diketahui bernama Emmy Hafild, di lokasi persidangan hari ini.

Emmy adalah salah satu juru bicara Ahok di tim pemenangan kampenya pasangan calon nomor urut dua, Ahok-Djarot di Pilkada DKI Jakarta. Saat dikonfirmasi Rimanews, dia menyebutkan bahwa orang dari rombongan tersebut berulang kali mengucapkan kata "bunuh saja" tepat di belakangnya.

Menilai hal itu sengaja dilakukan, Emmy yang ketika itu hendak mengambil barang bawaan yang dititipkan pada petugas di ruang sidang Ahok mengadukan ancaman tersebut.

Sontak kondisi ruang sidang menjadi riuh. Dengan bergerombol wartawan pun ingin mencari tahu apa yang terjadi. Tak lama setelah kalimat tudingan dilontarkan Emmy, seorang dari rombongan GNPF MUI pun tegas membantah. Mereka sempat bersitegang sebelum aparat Kepolisian menenangkan.

"Sudah bu, sudah, sudah tidak terjadi apa-apa, tenang saja," ungkap salah seorang polisi.

Hari ini Ahok dituntut 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun dalam kasus dugaan penodaan agama. Tuntutan tersebut dibacakan tim jaksa penuntut umum (JPU) yang dipimpin Ali Mukartono dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan.

"Menuntut supaya majelis hakim yang mengadili perkara ini, menyatakan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama terbukti bersalah menyatakan perasaan kebencian," ujar Ali saat membacakan surat tuntutan.

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
21 Juni 2017 | 22:32
Miryam disidangkan usai Lebaran
19 Juni 2017 | 19:27
KPK pertanyakan surat Pansus DPR
18 Juni 2017 | 10:36
KPK memanipulasi dukungan publik
16 Juni 2017 | 20:30
Masinton: KPK bohong
16 Juni 2017 | 16:13
Ratu Atut dituntut 8 tahun bui
Hukum