Hukum

Proyek e-KTP dilakukan perusahaan sembarangan

7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:16
20 APR 2017
Andi Narogong (rompi orange)
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Direktur PT. Java Trade Utama Johanes Richard Tanjaya, yang juga disebut sebagai Tim Fatmawati, mengaku pengerjaan proyek e-KTP dilakukan konsorsium perusahaan yang sembarangan.

"Saya tidak mau tiga bendera itu, karena tiga-tiganya gak memungkinkan memproduksikan ini. Saya lihat mereka gak solid. Ini pekerjaan besar, tapi dikerjakan sama tim yang sembarangan," ujarnya saat bersaksi dalam sidang perkara korupsi e-KTP di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, hari ini.

Tiga bendera konsorsium yang dimaksud adalah Murakabi, Astra Graphia, dan Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI). 

Johanes bahkan mengaku sempat kecewa kepada tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong karena melibatkan perusahaan yang tidak berbobot.

"Saya ingin perusahaannya itu perusahaan yang punya kapasitas. Saya lihat tim percetakannya saja kurang mumpuni," katanya.

Oleh sebab itu, dirinya mengaku memilih mundur dan tidak ikut menjadi bagian tiga konsorsium itu sebelum proses lelang berjalan.

"Mulai dekati pelelangan saya mundur dari tim. Akhirnya, dimenangkan oleh PNRI," katanya.

Meski dirinya mundur, namun Andi Narogong meminta Johanes tetap menjadi bagian konsorsium Murakabi.

"Posisi saya sudah mundur. Tapi Andi minta saya mengawasi saja. Jadi, saya awasi tim saya. Saya diminta bantu Murakabi," ujarnya.

Menanggapi pernyataan saksi tersebut, tim jaksa langsung mencecarnya dengan pertanyaan kapan waktu mengundurkan diri dan kenapa masih mau bekerja dengan Andi Narogong.

Saksipun mulai memutar-mutar jawabannya, bahkan Majelis Hakim sampai harus memberikan nasehat. Dirinya mengatakan, alasannya tetap mau bekerja sama dengan Andi Narogong adalah karena masih cocok dengan tersangka.

"Waktunya saya lupa (pengunduran diri), saya diminta Pak Andi di situ. Saya tidak cocoknya dengan L1 (distributor Automated Fingerprint Identification System yang alatnya dipakai dalam proyek e-KTP) dan Pak Irman," katanya.

Terbaru
25 April 2017 | 16:14
Ahok tebar canda tawa usai sidang
25 April 2017 | 14:28
Vonis Ahok dibacakan 9 Mei
25 April 2017 | 10:00
Ada 'Finding Nemo' di pledoi Ahok
22 April 2017 | 08:20
KPK masih usut korupsi BLBI
21 April 2017 | 12:52
KPK kembali periksa Andi Narogong
21 April 2017 | 11:48
KPK periksa Farhat Abbas
21 April 2017 | 08:43
KPK tak akan buka BAP Miryam