Hukum

Saksi korupsi e-KTP marah-marah saat sidang

8.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:47
20 APR 2017
Ilustrasi
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Saksi kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, Direktur PT Java Trade Utama Johanes Richard Tanjaya, marah-marah dalam persidangan lantaran tak suka pengacara terdakwa mendesaknya dengan pertanyaan berulang.

"Mungkin Pak saya di situ, tapi kalo yang berbicara itu di lantai 1 dan saya di lantai 2 kan tidak tahu," jawabnya dengan nada tinggi di hadapan Majelis Hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Jakarta, hari ini.

Sebelumnya, pengacara terdakwa e-KTP menanyakan apakah saksi berada di lokasi saat tiga konsorsium, Murakabi, Astra Graphia, dan Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) memasukan permohonan lelang.

Mendengar jawaban Johannes, pengacara terdakwa kasus e-KTP, Waldus Situmorang, pun menyindirnya. "Bapak enggak usah terlalu khawatir, santai saja ...," namun langsung disambar Johannes meski belum selesai berbicara.

"Enggak-enggak, saya kalau dipojokkan gini juga saya gak mau. Kan terus terang apa yang dipertanyakan Bapak arahnya mau ke mana. Saya dari awal sudah ngomong apa adanya, apa yang saya alami itu yang saya katakan. Saya tidak pernah mengurangi dan tidak pernah nambahin, saya kasihan dengan Pak Irman, saya dari awal sudah kenal baik dengan Pak Irman dan Pak Gito (Sugiharto)," katanya dengan nada yang semakin tinggi.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
22 Mei 2017 | 12:42
KPK periksa sekjen DPR
19 Mei 2017 | 16:49
Miryam kembali diperiksa KPK