Hukum

KPK dinilai takut usut korupsi kader partai besar

5.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:34
24 APR 2017
Dok. Gedung KPK.
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Praktisi hukum, Umar Husin, menilai KPK hanya berani menindak kader partai politik kecil dan takut bila menyeret kader partai besar yang terjerat kasus korupsi.

"Kalo itu yang nyolong partai-partai kecil seperti PKS, PPP, yang terlibat korupsi pasti langsung disikat, tapi kalau seperti partai PDIP atau Golkar, (KPK) muter-muter. Coba lihat kasus e-KTP sudah lama sekali," katanya dalam acara diskusi bertajuk "Partai Politik & Budaya Korupsi" di Kuningan, Jakarta Selatan, hari ini.

Umar juga meminta KPK untuk tidak tebang pilih dalam mengusut kasus korupsi kader partai manapun. Menurutnya, masyarakat akan percaya pada KPK tidak tebang pilih dalam menyelidiki setiap kasus korupsi para pejabat, baik dari partai kecil maupun besar.

"KPK harus berani, kalau KPK bisa sentuh yang punya kekuatan, orang akan percaya," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut ia juga mengatakan bahwa peluang untuk melakukan korupsi itu lebih banyak datang dari eksekutif.

"Justru yang besar itu (korupsinya) di eksekutif, tapi karena imej yang ditanamkan kepada masyarakat itu dari legislatif (DPR dan DPRD) maka orang mengawasi legislatif," katanya.

KATA KUNCI : , , , , , ,
Terbaru
21 Juni 2017 | 22:32
Miryam disidangkan usai Lebaran
19 Juni 2017 | 19:27
KPK pertanyakan surat Pansus DPR
18 Juni 2017 | 10:36
KPK memanipulasi dukungan publik
16 Juni 2017 | 20:30
Masinton: KPK bohong
16 Juni 2017 | 16:13
Ratu Atut dituntut 8 tahun bui