Hukum

Ahok punya peluang penangguhan penahanan

4.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
08:21
15 MEI 2017
Basuki Tjahaja Purnama
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menilai Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memiliki peluang terbuka untuk mendapatkan penangguhan penahanan walaupun sudah ada putusan Majelis Pengadilan Negeri.

Menurutnya, hal tersebut bisa dilakukan dikarenakan belum ada proses hukum yang tetap atau in kracht.

"Walaupun putusan hakim harus (diakui) benar tetapi belum in kracht. Karena belum in kracht, ini ada mekanisme hukum yang bisa ditempuh yaitu penangguhan penanganan. Nah, penangguhan penahanan itu mekanisme hukum yang bisa menurut saya diputus secara independen oleh ketua pengadilan. Jadi, ketua pengadilan tinggi bisa menentukan apakah akan menghukum Ahok atau menangguhkan penahanannya," ujarnya di Kedai Tjiki, Cikini, Jakarta, Minggu (13/05/2017).

Menurutnya, penangguhan penahanan bisa diberikan kepada Ahok berdasarkan alasan dan atau kondisi yang objektif.

"Apakah Ahok punya potensi melarikan diri atau enggak menurut saya enggak. Nggak mungkin dia melarikan diri. Apakah Ahok akan mengulangi perbuatannya? enggak mungkin. Menurut saya enggak karena perbuatanya cuma dengan mulut, bukan dengan tangan dan kaki. Jadi, di mana pun dia bisa melakukan. Kalau dia mau melakukan itu, mau dipenjara sekalipun 'kan cuma mulut," ujarnya.

Terakhir, ia menilai Ahok tidak akan menghilangkan barang bukti penistaan agama yang dilakukannya di Kepulauan Seribu itu, karena barang bukti sudah beredar luas.

"Barang bukti apa yang dihilangkan sama dia? orang barang buktinya tersebar di mana mana: di sosmed dan sebagainya. Nah, berdasarkan kondisi objektif tersebut, menurut saya ya, cukup kuat alasan penangguhan penahanan. Yang paling penting dia tidak lari," ujarnya.

Terbaru
27 Mei 2017 | 08:14
Dua ruangan di BPK disegel KPK
26 Mei 2017 | 20:43
KPK tangkap tangan pejabat BPK
22 Mei 2017 | 12:42
KPK periksa sekjen DPR
19 Mei 2017 | 16:49
Miryam kembali diperiksa KPK
Hukum