Hukum

PNRI akui subcont-kan sebagian proyek e-KTP

1.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:49
15 MEI 2017
Dok. korupsi e-KTP
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Kepala Departemen Keuangan sekaligus koordinator keuangan konsorsium PT PNRI, Indri Mardiani, mengaku pihaknya membagi sebagian pekerjaan ke beberapa perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari PPK e-KTP, Sugiharto.

"Iya bayar (bayar penggarapan) karena PT (Putra) Baru Tama merupakan subcont kami, PT Trisakti Mustika Grafika juga salah satu subcont kami," ujar Indri di Pengadilan Tipikor, Jakarta, hari ini.

Dia juga mengakui adanya potongan 2 sampai 3 persen dari setiap anggota PNRI untuk management bersama PNRI. Namun, ia mengklaim tak mengetahui berapa nilai persisnya.

"Saya enggak tahu Pak, karena yang ngitung itu dari PMO (Tim Konsultan Hukum Konsorsium), kita buka giro lagi (buat pembayarannya)," ujarnya.

Dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto terungkap sejumlah keganjilan terkait pengadaan e-KTP. Salah satunya konsorsium PNRI tidak melaksanakan kewajibannya yang telah diatur dalam kontrak.

Berdasarkan kontrak, konsorsium PNRI berkewajiban memproduksi, personalisasi, dan distribusi blangko KTP berbasis chip sebanyak 172.015.400 keping dengan perincian tahun 2011 sebanyak 67.015.400 keping dan tahun 2012 sebanyak 105.000.000 keping.

Konsorsium PNRI juga berkewajiban mengadakan peralatan data center, hardware, sistem AFIS, software, layanan keahlian pendukungan kegiatan, serta bimbingan teknis untuk operator dan pendampingan teknis.

Faktanya, telah terjadi penyimpangan. anggota konsorsium PNRI disebut  mensubkontrakkan sebagian pekerjaan tanpa persetujuan tertulis dari Sugiharto sebagaimana yang diatur.

Paket pekerjaan pengadaan blangko e-KTP elektronik yang seharusnya dilaksanakan oleh Perum PNRI disubkontrakkan kepada PT PURA Barutama, PT Trisakti Mustika Grafika, PT Ceria Riau Mandiri dan PT Mecosuprin Grafia, PT Sinegri Anugrah Mustrika, serta PT Global Priam Media. Sedangkan paket pekerjaan pengadaan blangko e-KTP yang dilaksanakan PT Sandipala Artha Putra disubkontrakkan kepada PT Trisakti Mustika Grafika, PT Pura Barutama, dan PT Betawi Mas Cemerlang.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
27 Juni 2017 | 19:03
Rizieq ngumpet di Yaman
21 Juni 2017 | 22:32
Miryam disidangkan usai Lebaran
19 Juni 2017 | 19:27
KPK pertanyakan surat Pansus DPR
18 Juni 2017 | 10:36
KPK memanipulasi dukungan publik
16 Juni 2017 | 20:30
Masinton: KPK bohong
16 Juni 2017 | 16:13
Ratu Atut dituntut 8 tahun bui
Hukum