Hukum

Pengacara minta Ahok tidak dihakimi karena dendam dan kebencian

4.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
09:20
17 MEI 2017
Editor
Dhuha Hardiansyah
Sumber
Rimanews

Rimanews - Kuasa Hukum Basuki Tjahaja Purnama, Teguh Samudera, menilai proses peradilan yang menyeret kliennya harus dilatari dengan keadilan, bukan karena kebencian dan dendam.

"Bukan karena ada rasa dendam, rasa benci, atau hal-hal lain yang akan merugikan kepentingan bangsa dan negara ini ke masa depan," kata Teguh kepada wartawan di halaman Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Selasa (16/05/2017).

"Proses hukum harus kita hormati, akan tetapi pihak-pihak penegak hukum tidak boleh secara emosional dan tidak taat pada hukum itu sendiri," imbuhnya.

Teguh juga mengaku sudah siap dengan proses banding yang akan dilakukan oleh pihaknya.

"Kita mohon doa dari semuanya saja. Dan kita sudah siap (banding) ya. Semuanya sudah lengkap, Pertimbangan-pertimbangan apa yang harus kita jelaskan, kita uji yang benar sesuai hukum acara dan hukum materilnya. Itu yang dapat saya sampaikan," tuturnya.

Sebelumnya, Selasa (09/05/2017), Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Utara yang dipimpin Dwiarso Budi Santiarto memvonis Ahok selama dua tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan penodaan agama terkait surah Al Maidah ayat 51 di Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, 27 September 2016.

Menanggapi putusan Majelis Hakim, Ahok pun menggunakan haknya untuk mengajukan upaya hukum banding. "Kami akan melakukan banding," ujar Ahok.

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
22 Mei 2017 | 12:42
KPK periksa sekjen DPR
19 Mei 2017 | 16:49
Miryam kembali diperiksa KPK