Hukum

Penyuap pejabat Bakamla diganjar 1,5 tahun bui

1.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:03
17 MEI 2017
Terdakwa suap Bakamla M Adami Okta (Foto: Antara)
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews -  Dua penyuap pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla), M Adami Okta dan Hardy Stevanus divonis 1,5 tahun penjara karena dianggap secara sah dan meyakinkan telah memberikan suap guna memuluskan PT Melati Technofo Indonesia sebagai pemenang proyek.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor juga menjatuhkan pidana denda untuk kepada kedua terdakwa masing-masing Rp 100 juta.

"Jika pidana denda tidak di bayar maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan," ujar ketua Majelis Hakim, Frangki Tambuwun saat membacakan berkas Putusan Adami Okta di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, hari ini.

Hal yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang bersih dari korupsi dan bebas KKN. Sementara yang meringankan terdakwa bersikap kooperatif di persidangan, terdakwa mengakui secara terus terang dan terdakwa membantu menjadi Justice Collaborator untuk mengungkap pelaku lain yang memiliki peran lebih besar.

Menanggapi putusan Majelis hukum tersebut, Adami pun mengaku menerima putusan itu setelah sebelumnya berkonsultasi terlebih dahulu dengan penasehat hukumnya.

"Terima kasih yang mulia. Saya menerima keputusan ini dan tidak akan mengajukan banding," ujarnya.

Terdakwa dua, Adami juga menerima putusan itu setelah sebelumnya berkonsultasi terlebih dahulu dengan penasehat hukumnya.

"Saya akan menerima keputusan ini, saya tidak akan mengajukan banding," ujarnya.

Sementara itu JPU KPK mengaku akan pikir-pikir terlebih dahulu sebelum menerima atau menolak putusan tersebut.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
27 Juni 2017 | 19:03
Rizieq ngumpet di Yaman
21 Juni 2017 | 22:32
Miryam disidangkan usai Lebaran
19 Juni 2017 | 19:27
KPK pertanyakan surat Pansus DPR
18 Juni 2017 | 10:36
KPK memanipulasi dukungan publik
16 Juni 2017 | 20:30
Masinton: KPK bohong
16 Juni 2017 | 16:13
Ratu Atut dituntut 8 tahun bui
Hukum