Hukum

Nama Viktor Laiskodat disebut dalam sidang suap e-KTP

2.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
12:45
18 MEI 2017
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Nama Viktor Laiskodat disebut-sebut oleh saksi jarak jauh, Paulus Tannos, dalam persidangan suap mega proyek e-KTP di pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, yang menyeret dua terdakwa petinggi Kemendagri Irman dan Sugiharto.

Penyebutan nama Viktor mengemuka saat majelis hakim menanyakan ketika proyek e-KTP berjalan saksi tinggal di mana dan sejak kapan saksi tinggal di negeri singapura.

Dalam kesaksiannya, Tannos mengaku meninggalkan negara indonesia dan memilih tinggal di singapura karena takut dengan ancaman yang dilayangkan Viktor Laiskodat terkait tuduhan penipuan.

"Juni 2011 saya masih di Jakarta. Pada saat mulai pelaksanakan, saya masih di jakarta. Tetapi setelah pelaksanaan proyek e-KTP terjadi permasalahan dengan chip dari e-KTP. Setelah chip e-KTP (yang dia suplai), perusahaan saya terseret (kasus); rumah saya diserang; jiwa saya terancam. Saya dituduh melakukan penipuan. Saya dilaporkan ke Mabes Polri oleh Oxel, (melalui) saudara Viktor Laiskodat," ujar Paulus melalui Video Conference, Kamis (18/05/2017).

Selain itu, ia juga mengakui bahwa perusahaannya merupakan salah satu anggota konsorsium penggarap Proyek e-KTP bersama empat perusahaan lainnya.

Sayangnya, Paulus Tannos tidak menjelaskan lebih detil siapa Viktor laiskodat yang disebutkannya.

Sebelumnya, pemilik PT Sandipala Arthaputra dan salah satu pengurus PT Mega Lestari Utama, Paulus Tannos takut kembali lagi ke Indonesia karena dikejar hutang ratusan milyar.

Belakangan perusahaannya dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat karena memiliki hutang ratusan milyar lebih. Selain itu, seluruh kreditur juga menolak permintaan masa penundaan kewajiban pembayaran utang tetap selama 180 hari.

Sebelumnya, anggota tim dari PT Java Trade Utama, Jimmy Iskandar Tedjasusila, mengatakan Paulus Tannos sering datang dalam pertemuan di ruko Fatmawati dan masuk kedalam tim yang dikenal dengan nama Tim Fatmawati.

Terbaru
22 Mei 2017 | 12:42
KPK periksa sekjen DPR
19 Mei 2017 | 16:49
Miryam kembali diperiksa KPK