Hukum

Sugiharto akui berikan duit e-KTP kepada Miryam dan Markus Nari

1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:23
12 JUN 2017
Dok. Miryam S Haryani
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Terdakwa II perkara korupsi e-KTP, Sugiharto, mengaku pernah memberikan uang sebesar US$ 1,2 juta kepada politisi Hanura, Miryam S Haryani.

Menurut Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek e-KTP di Kemendagri ini, dia menyerahkan uang tersebut secara langsung kepada Ibu Kandung Miryam di rumahnya, selama tiga kali. Sementara yang sekali lagi dia titipkan melalui anak buahnya, Yosep Sumartono.

"Saya sendiri yang menyerahkan. Yang terima ibu nya. Ibu kandungnya (Miryam),  Saya telepon, Miryam bilang tinggalkan saja ke ibu saya," ujar Sugiharto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, hari ini.

Setelah memberikan uang ke Miryam dia langsung melaporkannya ke atasannya yakni terdakwa I, Irman.

"Setelah saya kasih saya laporkan ke Pak Irman. Jumlahnya US$ 100 ribu, US$ 500 ribu dan Rp 5 miliar," ujarnya.

Tak hanya kepada Miryam, Sugiharto mengakui, dia juga memberikan duit panas itu kepada anggota Fraksi Golkar, Markus Nari sebanyak US$ 400 ribu. Namun, lanjut Sugiharto, dia tidak pernah meminta tanda bukti  penerimaan uang ketika memberikannya kepada Miryam dan Markus.

"Uang untuk Markus Nari, saya serahkan langsung di kantornya di Senayan, tanpa ada tanda terima uang," ujarnya

Mendengar jawaban tersebut, Ketua Majelis Hakim John Halasan Butarbutar pun bertanya kepada Sugiharto, "Kenapa ada dua pintu di DPR? Apakah tidak takut membawa uang tersebut sendiri, dari mana uang itu berasal," tanyanya.

Sugiharto mengaku tidak mengetahuinya, Karena ia hanya diminta uang.
 
"Ya ada dua (Miryam dan Markus). Ya saya enggak tahu kenapa enggak dikordinir, pokoknya ada dua, Miryam dan Markus," jawabnya.

Terkait membawa uang dalam jumlah banyak, Sugiharto mengaku tidak takut. Dan uang yang dibawanya itu didapat dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong dan Direktur PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos.

Sigiharto mengaku dirinya tak pernah mendapat bagian dari proyek tersebut, ia mengklaim bahwa dirinya hanya mendapatkan duit sebesar US$ 30 ribu dari pengusaha Paulus Tannos.

"Dapat cuma dari Paulus Tannos US$ 30 ribu, tapi sudah saya kembalikan ke KPK," ujarnya.

Terbaru
27 Juni 2017 | 19:03
Rizieq ngumpet di Yaman
21 Juni 2017 | 22:32
Miryam disidangkan usai Lebaran
19 Juni 2017 | 19:27
KPK pertanyakan surat Pansus DPR
18 Juni 2017 | 10:36
KPK memanipulasi dukungan publik
16 Juni 2017 | 20:30
Masinton: KPK bohong
16 Juni 2017 | 16:13
Ratu Atut dituntut 8 tahun bui
Hukum