Hukum

Irman beberkan parpol dan anggota DPR penerima duit e-KTP

2.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
18:37
12 JUN 2017
Mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Mantan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman, membeberkan sejumlah anggota DPR dan partai politik penerima aliran duit proyek pengadaan e-KTP.

Menurut terdakwa korupsi e-KTP itu, pemberian uang tersebut telah dibukukan oleh Sugiharto, yang saat itu menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen pada sebuah catatan dengan total uang sebesar Rp 520 miliar. 

"Lebih lengkapnya ada di catatan," kata dia saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, hari ini.

Irman menjelaskan, dalam catatan tersebut ada sejumlah kode yang tercatat. Untuk huruf K berarti kuning yang berarti Partai Golkar, huruf B berarti biru, yakni Partai Demokrat, dan huruf M berarti merah yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP.

Rinciannnya Golkar menerima Rp 150 Miliar, Demokrat menerima Rp 150 miliar dan PDIP menerima Rp 80 miliar.

Sementara itu untuk para anggota wakil rakyat tersebut, menurut Irman ada nama Marzuki Ali, Anas Urbaningrum, Chairuman Harahap dan lainnya.

"Kemudian ada MA (Marzuki Ali) Rp 20 miliar, AU (Anas Urbaningrum) Rp 20 miliar, CH (Chairuman Harahap) Rp 20 miliar, dan LN (lain-lain) sebesar Rp 80 miliar," ujarnya.

Pemberian uang itu, kata Irman, terjadi pada tahun 2011 dan 2012. Saat itu Marzuki Ali sedang menjabat sebagai Ketua DPR, sementara Anas menjabat sebagai Ketua Fraksi Demokrat, dan Chairuman di Komisi II DPR. 

Terkait sumber dana sendiri, Irman mengaku duit itu berasal dari Andi Narogong

"Saya terima US$ 1,5 juta lalu saya sampaikan ke Bu Yani (Miryam) US$ 1,2 juta ke Markus Nari US$ 400 ribu," ujarnya.

Meski demikian, Irman menyadari bahwa bancakan tersebut tidak akan terjadi jika dirinya tak berhubungan dengan Andi Narogong sebelumnya. 

Irman juga yakin, Andi sengaja melakukan guyuran duit kepadanya karena ingin menjadi koordinator proyek e-KTP. " Saya yakin, Andi pingin jadi koordinator," ujarnya.

KATA KUNCI : , , , , , ,
Terbaru
27 Juni 2017 | 19:03
Rizieq ngumpet di Yaman
21 Juni 2017 | 22:32
Miryam disidangkan usai Lebaran
19 Juni 2017 | 19:27
KPK pertanyakan surat Pansus DPR
18 Juni 2017 | 10:36
KPK memanipulasi dukungan publik
16 Juni 2017 | 20:30
Masinton: KPK bohong
16 Juni 2017 | 16:13
Ratu Atut dituntut 8 tahun bui
Hukum