Hukum

Irman: Anggota konsorsium pernah ribut terkait setoran duit ke DPR dan Setnov

1.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
06:39
13 JUN 2017
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Mantan Dirjen Dindukcapil Kemendagri yang terjerat kasus Korupsi e-KTP, Irman mengatakan pernah ada keributan terkait proses penggarapan proyek e-KTP yang digarap konsorsium PNRI.

Menurutnya pengusaha yang diduga sebagai otak suap e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong pernah marah-marah kepada anggota konsorsium PNRI yakni Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana lantaran Anang berhenti menyetorkan uang kepada anggota DPR.

Menurutnya Anang hanya menyetorkan uang selama 4 termin dan pada saat termin ke lima bulan juli 2012 ia mulai malas untuk menyetorkan uang. Oleh sebab itu Andi menolak perusahaan Anang.

Setelah keributan tersebut, Anang pun mendatangi Terdakwa Dua, Sugiharto mengadukan masalah tersebut dan meminta jalan keluar.

"Andi sama Anang ribut. Andi marah-marah sama Anang. Besoknya Anang datangi Pak Sugiharto untuk meminta menyelesaikan masalah tersebut, Pada sekitar Juli itu Anang merasa apakah tidak sanggup atau apa (alasan lainnya), alasannya saya tidak tahu, dia tidak mau lagi menyetor ke Andi," ujar Irman saat memberikan kesaksian di pengadilan Tipikor dengan Agenda Sidang Pemeriksaan Terdakwa, Jalan Bungur Raya, Jakarta, Senin (12/06).

Setelah mendengar keluhan tersebut dari laporan anak buahnya (Sugiharto), ia pun berusaha mencarikan solusi untuk membantunya.

"Waktu itu Pak Sugiharto lapor ke saya solusianya nggak ketemu. Anang nggak mau lagi nyetor. Andi bilang Kalau begini saya malu dengan SN, ke mana muka saya dibuang, kalau sampai di sini sudah berhenti saja, Ini laporan Pak Sugiharto kepada saya," bebernya.

Pada sidang sebelumnya para anggota konsorsium mengaku menyetor sejumlah uang kepada anggota DPR dan Setya Novanto melalui Andi Narogong, uang setoran tersebut dikumpulkan terlebih dahulu kepada Andi sebelum di alirkan ke wakil rakyat tersebut.

Sebagai informasi, dalam kasus ini KPK sendiri telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mulai dari Pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto dan Pengusaha yang diduga sebagai otak e-KTP.

Adapun dua orang anggota DPR yakni Miryam S Haryani di sangkakakan pemberian keterangan tidak benar sementara Politisi Partai Golkar, Markus Nari disangkakan Sengaja mempengaruhi dan merintangi kesaksian miryam dalam pemberian keterangan di persidangan.

KATA KUNCI : , ,
Terbaru
21 Juni 2017 | 22:32
Miryam disidangkan usai Lebaran
19 Juni 2017 | 19:27
KPK pertanyakan surat Pansus DPR
18 Juni 2017 | 10:36
KPK memanipulasi dukungan publik
16 Juni 2017 | 20:30
Masinton: KPK bohong
16 Juni 2017 | 16:13
Ratu Atut dituntut 8 tahun bui